Peradaban Mesir kuno baru dapat terungkap setelah ditemukan peninggalan tertulis di kota Rosetta pada abad ke-19. Sejarah peradaban Mesir kuno dapat diketahui secara jelas berkat penelitian Champoleon (pakar purbakala dari Perancis) yang berhasil menemukan kunci tulisan Hierogliph. Dengan dasar tulisan Hierogliph tersebut banyak peneliti dari Perancis yang ingin mengkaji sejarah Mesir kuno. Berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, mereka berhasil membuat alat untuk mengetahui isi dari ruangan yang terdapat dalam piramida. Berdasarkan penelitian tersebut dapat diketahui bahwa di dalam piramida terdapat ruangan seperti halnya rumah atau istana raja. Hal ini sesuai dengan kepercayaan bangsa Mesir kuno, bila raja meninggal dunia, dia akan tetap hidup seperti di dunia. Oleh karena itu, jenazahnya diikuti oleh para dayang dan hartanya disertakan sebagai bekal. Bahkan, kendaraannya juga disertakan ke dalam piramida.
Kehidupan Masyarakat Mesir
Lembah Sungai Nil merupakan wilayah Mesir yang sangat subur, oleh karena itu sebagian besar penduduk Mesir bertempat tinggal di daerah tersebut. Mereka bercocok tanam dan membuat alat-alat pertanian seperti cangkul, bajak, sabit dan lain-lain. Gandum merupakan hasil pertanian Mesir yang terbesar, sehingga Mesir mendapat julukan “Gudang gandum laut tengah“. Selain bercocok tanam masyarakat Mesir juga ada yang menjadi pedagang, pengusaha, pekerja, dan budak.
Pedagang-pedagang Mesir sudah maju. Mereka telah mengangkut barang dagangannya ke berbagai negara dengan kapal-kapal yang dibuat di dalam negeri. Barang dagangan itu misalnya gandum, hasil kerajinan tangan, kain lena, permadani, minyak wangi dan kemenyan.
Masyarakat Mesir kuno dibagi menjadi enam tingkatan berikut.
- Firaun dan keluarganya yang hidup mewah.
- Para bangsawan yang juga hidup mewah.
- Para pedagang dan juga pengusaha, yang tinggal di kota-kota yang kehidupannya cukup baik.
- Para petani yang hidup di desa-desa dan kehidupannya kurang baik. Sebagian besar hasil pertaniannya dipungut pajak.
- Para buruh yang tinggal di kota-kota dalam keadaan miskin.
- Para budak, adalah kelompok masyarakat yang paling menderita. Mereka bekerja keras tanpa upah untuk Firaun dan para bangsawan.
Pemerintahan Mesir

Pusat pemerintahan Mesir kuno berada di Memphis. Mesir kuno telah memiliki pemerintahan yang teratur. Mereka juga telah memiliki hukum secara tertulis. Raja-raja Mesir kuno memiliki gelar Pharao. Pharao berasal dari kata Per-O yang berarti “Rumah Besar”. Dalam bahasa Arab, Pharao disebut Firaun. Dinasti-dinasti yang menurunkan raja-raja Mesir berikutnya didasarkan pada gelar tersebut.
Sistem Pemerintahan
Raja Firaun memiliki kekuasaan mutlak(absolute). Segala kehidupan diatur secara ketat. Dalam bidang agama, Firaun berpengaruh besar disamping para pendeta. Raja Firaun dianggap sebagai keturunan dari Dewa Matahari(Amon Ra). Raja-raja (Pharao) yang terkenal ialah Menes, Chufu, Menhaure, Sesotris, Thutmosis III, dan Hatshepsut (seorang wanita).
Masa pemerintahan Mesir kuno dikelompokkan menjadi tiga zaman, yaitu sebagai berikut.
1. Zaman Kerajaan Tua(3000-2200 SM)
Pada masa ini raja Menes berhasil menyatukan Mesir hulu dan Mesir hilir. Dia kemudian digantikan oleh raja Chufu (Chefren) tahun 2200 SM-2150 SM. Setelah itu yang berkuasa adalah raja Sesotris pada tahun 2150- 2000 SM. Pada masa ini, makam raja-raja berbentuk piramida dan didepannya terdapat Spink.
2. Zaman Raja Tengah(2000-1700 SM)
Sekitar tahun 2000 SM-1800 SM terjadi perang saudara, yaitu pada masa pemerintahan raja Hatshepsut. Tahun 1800-1700 SM, Kerajaan Mesir kuno dalam keadaan genting. Pada keadaan genting inilah, raja Hatshepsut mengirimkan tentara ekspedisi ke Afrika Timur, sehingga saudagar-saudagar Mesir memperoleh pasaran baru. Kota Karnak yang dipenuhi Kuil diperbaki dan didirikan Obelisk yang besar. Di Derel Bakri dibangun Kuil yang indah. Dia juga mebuat pemakaman rahasia di gurun pasir(sebelah barat sungai Nil). Di daerah ini ditemukan kurang lebih 60 buah kuburan raja.
3. Zaman Kerajaan Baru(1700-1100 SM)
Sekitar tahun 1700 SM, Mesir diserang oleh bangsa Hiksos dari Asia. Sekitar tahun 1600 SM, bangsa Hiksos berhasil diusir dari Mesir. Raja yang terkenal adalah Thutmosis III. Dia berhasil memperluas kekuasaan sampai ke Syiria dan pulau Kreta. Dia juga memindahkan pusat pemerintahan yang semula di Memphis ke Thebe. Pada masa Ramses II Agung, wilayah kerajaan Mesir sampai di Palestina, Sisilia dan Sardinia. Pada masa Ramses III, Mesir menjadi lumpuh. Akibatnya terjadi banyak serangan-serangan dari luar, seperti berikut ini.
- Pada abad ke-9 SM, Mesir ditundukkan bangsa Assiria.
- Pada abad ke-6 SM, Mesir ditundukkan bangsa Persia.
- Pada abad ke-4 SM, Mesir ditundukkan oleh raja Iskandar Zulkarnaen dari Macedonia (Yunani).
Kepercayaan
Masyarakat Mesir kuno menganut kepercayaan Polytheisme/ menyembah Dewa. Dewa yang terpenting adalah;
- Dewa Matahari(Amon-Ra)
- Dewa Langit(Osiris)
- Dewa Bumi(Isis)
Menurut kepercayaan mereka Sungai Nil adalah anak dari Dewa Osiris dan Dewa Isis, sedangkan Dewa Amon-Ra menurunkan raja-raja di Mesir. Binatang yang dianggap suci adalah Apis (lembu jantan), Ibis (burung bangau), kucing dan buaya.
Orang Mesir juga percaya bahwa roh manusia dapat hidup terus, bila jenazahnya tidak rusak. Oleh karena itu, sebelum dikubur dilakukan pembalseman, dengan cara diberi ramuan belasem dan disimpan pada tempat khusus. Jenazah yang sudah diawetkan tersebut disebut mumi.
Mumi raja-raja mesir disimpan dalam piramida. Ada juga mumi raja yang disimpan di gunung-gunung, yaitu di daerah sebelah barat Thebe (Lembah raja-raja).
Hasil Kebudayaan
Hasil kebudayaan Mesir kuno diantaranya adalah hasil budaya dalam bidang tulisan, seni bangunan serta ilmu pengetahuan dan teknologi.
a. Tulisan
Orang Mesir kuno telah mengenal tulisan sekitar tahun 4000 SM. Tulisan mereka berupa gambar dan lambang yang disebut dengan tulisan Hierogliph. Kata Hierogliph berasal dari kata Hieros yang berarti “suci”, dan Gliphein yang berarti “memahat atau menggaris”, dan kata Gramma yang berarti “huruf”. Jadi Hierogliph berarti “huruf suci yang dipahatkan”. Semua tulisan itu dipahatkan di atas batu ataupun kayu. Ada juga tulisan yang ditulis pada daun papirus. Papirus adalah semacam kertas yang terbuat dari daun papirus. Kata papirus dalam bahasa inggris menjadi paper, yang berarti kertas.
b. Seni Bangunan/ Arsitektur
Arsitektur masyarakat Mesir kuno sudah sangat maju. Hal ini dibuktikan dengan peninggalan-peninggalan yang berhasil ditemukan misalnya piramida dan sphink, Kuil di Luxor, Obelisk, makam raja-raja pada gunung batu dan lain-lain.
c. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Masyarakat Mesir kuno sudah mengenal ketrampilan dan ilmu pengetahuan yaitu ilmu ukur dan ilmu matematika, hal ini dibuktikan dengan peninggalan bangunan yang kuat, megah dan indah yang dibangun dengan ilmu pengetahuan. Selain itu, mereka juga telah mengenal ilmu perbintangan, terbukti telah dapat menghitung 1 tahun matahari= 365 hari= 12 bulan, dan 1 bulan= 30 hari, 1 hari 1 malam= 24 jam. Oleh karena itu merekan telah menggunakan penaggalan.
Dibidang teknologi, orang Mesir kuno telah mampu membuat kapal dagang. Kapal dagang tersebut digunakan untuk menunjang perdagangan, baik di dalam negeri maupun perdagangan luar negeri.
Baca juga :





