Sejarah Lengkap Kerajaan Mongol Raya

Sejarah11 Dilihat

Pada pertengahan abad ke-12, bangsa Mongol mempunyai seorang pemimpin bernama Temujin. Ia lebih terkenal dengan nama Jenghis Khan, yang artinya “Khan Agung” atau “Raja dari semua Khan”.

Jenghis Khan
Jenghis Khan

Jenghis Khan ialah seorang pemimpin bangsa Mongol yang terbesar dalam sejarah. Ia memegang kekuasaan pada tahun 1155-1227. Jenghis Khan seorang pemimpin ulung dan seorang panglima perang yang hebat. Setiap rencananya dipertimbangkan masak-masak, kemudian dilaksanakan tepat sesuai rencana. Bangsa Mongol dilatih dan digembleng menjadi pasukan yang pantang menyerah serta berdisiplin keras. Sebagai bangsa pengembara, pasukan-pasukan Mongol telah terbiasa hidup di padang-padang rumput luas. Mereka tahan lelah, tahan menderita, dan sangat patuh kepada pemimpinnya. Dengan kekuatan seperti itu Jenghis Khan dapat menakhlukkan bangsa-bangsa pengembara yang lain. Dan pada tahun 1206 ia mendirikan Kerajaan Mongol, dengan ibukotanya Karakorum.

Jenghis Khan berusaha menakhlukkan negeri disekitarnya. Dengan pasukan berkuda yang bergerak cepat, satupersatu negeri-negeri di sekitarnya dapat ditakhlukkan. Pada tahun 1213, direbutnya Cina Utara, kemudian menyusul Korea dan Asia Tengah. Gerakan pasukan Mongol diteruskan ke selatan, sampai ke laut hitam dan teluk Persia. Tetapi kemudian Jenghis Khan tewas ketika mengepung sebuah kota di Cina Utara pada tahun 1227. 

Putranya yang bernama Ogodai menggantikannya menjadi raja. Setelah menjadi raja, Ogodai melanjutkan usaha ayahnya, meluaskan daerah kekuasaan di negeri Cina. Beberapa daerah di negeri Cina dapat direbutnya. Tinggal Cina Selatan yang belum dapat dikuasai. Daerah Cina Selatan masih tetap dikuasai oleh dinasti Sung.

Setelah merebut beberapa daerah di negeri Cina, gelombang tentara Mongol bergerak ke barat menyerang Eropa. Rusia, Polandia, dan Hongaria ditakhlukkan. Kemudian tentara Mongol juga merebut Siberia. Dalam penyerbuan ke Eropa Barat terpaksa dihentikan, sebab Ogodai tewas dalam suatu pertempuran. 

Sementara itu, sebagian tentara Mongol dibawah pimpinan Hulagu menyerbu ke Baghdad. Karena serangan bangsa Mongol, kekhalifahan Baghdad dibawah dinasti Abasiyah jatuh pada tahun 1258.

Setelah Ogodai meninggal, sementara timbul kekacauan di kalangan bangsa Mongol. Mereka saling berebut kekuasaan. Akhirnya pada tahun 1260, Khublai Khan salah satu cucu Jenghis Khan, terpilih menjadi Khan Agung. Setelah berkuasa Khubilai Khan berusaha merebut Cina Selatan dari tangan dinasti Sung. Dengan pertempuran-pertempuran yang dahsyat, akhirnya Cina Selatan dapat direbutnya. Maka seluruh negeri Cina dapat dikuasai Khubilai Khan.

Khubilai Khan
Khubilai Khan

Dengan demikian Bangsa Mongol yang semula sebagai negeri pengembara, kemudian dapat menguasai kerajaan besar, kerajaan Mongol Raya. Wilayah kerajaan Mongol Raya terbentang dari negeri Jerman dan Mesopotamia disebelah barat, hingga di samudera Pasifik disebelah timur. 

Meskipun seluruh Cina dapat dikuasai oleh bangsa Mongol, tetapi orang-orang Mongol meniru kebudayaan Cina. Khubilai Khan kemudian mendirikan dinasti baru dengan nama Dinasti Yuan. Bahkan ia memindahkan ibukota kerajaan Mongol dari Karakokum ke Khanbalik, yang artinya kota Khan. Khanbalik letaknya di negeri Cina, dan sekarang terkenal dengan nama Peking.

Pada masa pemerintahan Khubilai Khan, datanglah seorang Venesia (Italia) bernama Marco Polo ke negeri Cina. Ia disambut dengan baik oleh Khubilai Khan. Bahkan kemudian mendapat kepercayaan besar dari Khubilai Khan dan diangkat menjadi gubernur Nanking. Marco Polo menetap di negeri Cina selama 17 tahun. Dalam perjalanan pulang ke Italia, ia singgah di Sumatera. Kemudian ia menuliskan pengalaman-pengalamannya selama merantau.

Khubilai Khan masih terus berusaha memperluas wilayah kekuasaannya. Dua kali ia mengirimkan armada tempurnya untuk merebut Jepang, tetapi tidak berhasil.

Khubilai Khan juga ingin menguasai kerajaan Singasari. Pada waktu itu Kerajaan Singasari diperintah oleh Raja Kertanegara. Berkali-kali Khubilai Khan mengirimkan utusan ke Singasari meminta agar Kertanegara bersedia tunduk. Namun Kertanegara selalu menolaknya. Bahkan utusan Khubilai Khan yang terakhir bernama Meng Ki dilukai oleh Raja Kertanegara. Khubilai Khan marah, dan mengirimkan tentara ke Singasari, tetapi tentara Khubilai Khan dapat dihancurkan oleh Raden Wijaya.

Peperangan yang dilakukan Khubilai Khan banyak memakan biaya. Untuk membiayai peperangan itu, orang-orang Cina diharuskan membayar pajak yang berat. Sedangkan orang-orang Mongol sendiri bebas dari pajak. Oleh karena itu, timbullah perlawanan orang-orang Cina terhadap bangsa Mongol.

Setelah Khubilai Khan meninggal pada tahun 1294, kerajaan Mongol menjadi lemah. Sementara itu, perlawanan orang-orang Cina semakin meningkat. Bangsa Mongol tidak sanggup lagi mempertahankan kekuasaannya. Akhirnya Kerajaan Mongol Raya jatuh.

Kekuasaan Kerajaan Mongol raya, dan gerakan tentaranya yang dahsyat seperti gelombang, ternyata hanya dapat bertahan kurang lebih seabad. Kemudian bangsa Mongol meninggalkan negeri Cina, dan kembali hidup sebagai pengembara di padang-padang rumput yang luas.

Demikianlah Sejarah Kerajaan Mongol Raya yang hanya sepintas itu, namun telah ikut mengisi sebagian kecil sejarah tanah air kita (Singasari). Baca juga Sejarah Lengkap berikut ini.