Nama Mesopotamia besaral dari bahasa Yunani, yaitu Meso yang berarti “tengah”, dan Potamia yang berarti “dua aliran sungai”. Jadi Mesopotamia berarti “daerah antara dua aliran sungai“. Dua sungai itu adalah sungai Eufrat dan sungai Tigris. Daerah Mesopotamia sangat subur, sehingga sering menjadi perebutan bangsa-bangsa yang tinggal di sekitarnya. Mesopotamia berada di kawasan Timur Tengah, sekarang wilayahnya menjadi negara Irak. Bangsa-bangsa di sekitar Mesopotamia yang sering berebutan daerah Mesopotamia adalah bangsa Sumeria, Akadia, Amorit, Aria, Assiria, Khaldea, dan bangsa Persia.

1. Bangsa Sumeria
Bangsa Sumeria termasuk rumpun Semit. Sekitar tahun 3000 SM, mereka telah memiliki kebudayaan yang tinggi. Pemukiman mereka disekitar teluk Persia. Mereka telah mendirikan daerah perkotaan. Kota-kota yang terkenal yaitu Larsa (Larsam), Lagasy (Lagash), dan kota Ur. Kota Ur merupakan pusat kegiatan bangsa Sumeria.
Orang Sumeria sebagian besar bekerja sebagai petani, pengrajin dan juga pedagang. Sedangkan kepercayaan orang Sumeria seperti halnya orang mesir kuno, yaitu menyembah banyak dewa. Dewa yang terkenal ialah Anu (Uruk) sebagai dewa langit dan Ea (Eridu) adalah dewa Bumi yang dianggap paling berkuasa. Kota Nippur merupakan pusat keagamaan.
Melemahnya bangsa Sumeria disebabkan oleh tidak adanya persatuan. Mereka saling berebut kekuasaan selama kurang lebih 500 tahun terjadi perang saudara. Akibatnya, pada tahun 2350 SM bangsa Sumeria dapat ditakhlukkan oleh bangsa Akadia, dibawah pimpinan raja Sargon.
2. Bangsa Akadia
Bangsa Akadia juga termasuk rumpun bangsa Semit. Mereka tinggal di Mesopotamia dan melanjutkan kebudayaan bangsa Sumeria. Mereka memiliki dongeng kepahlawanan (Epos) yang terkenal yaitu epos Etana, epos Adopa, dan epos Gilgamesh. Bangsa Akadia menguasai Mesopotamia kurang lebih selama 400 tahun. Kemudian mereka diserbu oleh bangsa Amorit.
3. Bangsa Amorit
Bangsa Amorit termasuk rumpun bangsa Semit. Setelah berhasil menduduki Mesopotamia, mereka mendirikan kerajaan. Kerajaan itu bernama Babilonia lama. Ibukotanya Babilon. Puncak kejayaan Babilonia Lama adalah pada masa pemerintahan raja Hammurabi (1800 SM). Kepercayaan bangsa Amorit adalah menyembah dewa-dewa. Bangsa Amorit menganggap dewa yang paling berkuasa adalah dewa Marduk atau dewa Shamash. Jasa Hammurabi yang terbesar terlihat dari karyanya, yaitu kitab undang-undang yang terkenal dengan nama Undang-Undang Hammurabi. Di dalam kitab undang-undang ini tercantum peraturan tentang perdagangan, hukum perdata dan larangan-larangan bahwa orang tidak boleh menjadi hakim sendiri.
Undang-undang tersebut pada dasarnya menerapkan asas pembalasan. Undang-undang Hammurabi ditulis dengan huruf paku. Undang-undang Hamurabi ini ditemukan di kota Susa pada tahun 1901 M. Tugu Undang-Undang Hammurabi berbentuk segi delapan, tingginya 20 meter dan terdiri atas 181 bab.
Sepeninggal raja Hammurabi, kerajaan Babilonia lama menjadi lemah. Tahun 1700-1500 SM, Babilonia mendapat serangan dari bangsa Aria (Indo Eropa/ Indo Jerman). Pada tahun 1300 SM, bangsa Assiria berhasil mengalahkan bangsa Aria.
4. Bangsa Assiria
Bangsa Assiria berhasil menduduki Mesopotamia pada tahun 1300 SM. Pusat kerajaannya berada di Nineveh. Raja yang pertama ialah Tiglat Pilesar. Raja yang terkenal ialah Esarhaddon (681-669 SM).
Kebudayaan bangsa Assiria sudah maju. Hal ini terbukti dari hasil-hasil budaya mereka, baik ilmu pengetahuan, sastra, maupun kesenian. Kebudayaan bangsa Assiria tampak pada hal-hal berikut.
- Mereka telah menguasai ilmu perbintangan dan ilmu falak.
- Mereka telah memiliki penanggalan. Penanggalan itu berdasarkan peredaran matahari.
- Bangsa Assiria juga maju dalam bidang seni sastra. Raja Assiria yang gemar kesusastraan adalah Assurbanipal. Terbukti di Istananya terdapat perpustakaan besar, yang memiliki 22.000 lempeng tanah liat dengan tulisan paku. Diantaranya terdapat epos Gilgamesh, yang isinya menceritakan penciptaan dunia dan banjir besar.
- Seni patung juga berkembang untuk melukiskan dewa. Patung pahatan itu berupa manusia bersayap dan berkepala garuda.
5. Bangsa Khaldea
Abad ke-7 SM, kerajaan Assiria mulai lemah. Dengan mudah bangsa Assiria dapat ditakhlukkan oleh bangsa Khaldea dan Medes dibawah pimpinan Nebukadnezar. Ibukota Nineveh dihancurkan, kemudian bangsa Khaldea dan Medes mendirikan kerajaan Babilonia Baru.
Kebudayaan bangsa Khaldea berkembang cukup maju. Hasil budaya bangsa Khaldea yang cukup terkenal adalah seni arsitektur seperti taman bergantung Babilonia dan ilmu tata surya atau astronominya.
6. Bangsa Persia (Iran)
Kerajaan Persia terletak di muara sungai Eufrat dan Tigris. Raja yang pertama adalah Cyrus. Dia adalah seorang raja yang arif dan bijaksana, sehingga banyak disenangi oleh pengikutnya. Tahun 560 SM, kekuasaannya sampai ke Assiria. Penggantinya yang terkenal adalah Darius Agung (522-485 SM). Pada masa pemerintahannya, Darius Agung berhasil mengadakan ekspansi ke Yunani. Hal ini terkenal dengan istilah “Perang Persia”.
Kepercayaan bangsa Persia adalah menyembah tiga dewa, yaitu.
- Ahura atau Ormuzd yang merupakan dewa baik
- Anggora Mainyu atau Ahriman yang merupakan dewa jahat.
- Ahura Mazda yang merupakan dewa kebahagiaan kekal.
Kepercayaan tersebut diperbarui oleh Zarathusytra. Kepercayaan ini dikenal dengan nama agama Zoroaster. Kepercayaan tersebut menganggap bahwa tanah dan api adalah suci. oleh karena itu mayat tidak boleh dibakar atau dikubur. Mayat ditaruh di atas menara agar habis dimakan burung.
Raja terakhir Persia adalah Xerxes. Setelah ia meninggal dunia, kerajaan Persia menjadi lemah, kemudian diserang Alexander Agung dari Mesopotamia (Yunani).
Baca juga :





