Tokoh Penjelajahan Samudera Abad ke-15 dan 16

Sejarah111 Dilihat

Penjelajahan samudera abad ke-15 dan 16 mulai dipelopori oleh bangsa Portugis dan Spanyol, pada pertengahan abad ke-15. Kemudian menyusul bangsa-bangsa lain.

Semula mereka bertujuan mencari rempah-rempah. Kemudian tujuan mereka berubah, untuk mencari tanah jajahan. Pada abad ke-16, bangsa-bangsa Eropa semakin bernafsu mencari tanah-tanah baru untuk dijadikan daerah jajahan. Mereka mendatangi benua-benua Afrika, Asia, Amerika, dan Australia. Bahkan daerah Kutub Utara dan Kutub Selatan juga mereka datangi.

Tokoh Penjelajah Samudera dari Eropa ke berbagai benua tersebut diantaranya adalah.

1. Bartholomeus Diaz;

Setelah bangsa Turki menutup pelabuhan Konstantinopel bagi orang-orang Eropa, Bangsa Portugis berusaha keras mencari jalan ke India. Seorang pelaut Portugis bernama Bartholomeus Diaz mulai berlayar menyusuri pantai barat Afrika, menuju ke selatan.

Pada tahun 1486, ia tiba di ujung selatan benua Afrika. Di situ kapal Bartholomeus Diaz diserang angin topan. Oleh karena itu, ia terpaksa kembali. Semula ujung selatan benua Afrika tersebut akan dinamakan tanjung topan. Tetapi tidak disetujui oleh raja muda Portugis. Maka kemudian diubah menjadi tanjung Pengharapan.

Kapal Bangsa Eropa yang digunakan dalam Pelayaran
Kapal Bangsa Eropa yang digunakan dalam Pelayaran

2. Vasco da Gama;

Dua belas tahun kemudian, seorang pelaut Portugis yang lain bernama Vasco da Gama, berlayar melalui tanjung Pengharapan. Setelah mengarungi Saudera Hindia, ia tiba di Kalikut pada tahun 1498. Dengan demikian orang-orang Portugis telah sampai di Asia. Mereka mengira bahwa mereka telah sampai di kepulauan rempah-rempah. Namun ternyata, dugaan mereka keliru. Sebab mereka baru sampai di India.

3. Alfonso d’Albuquerque;

Orang-orang portugis senantiasa berusaha untuk mencapai kepulauan rempah-rempah. Terlebih dahulu mereka ingin merebut kota Malaka, pasar rempah-rempah di Asia. Pada tahun 1511, Alfonso d’Albuquerque berhasil merebut Malaka. Setahun kemudian, yakni di tahun 1512, tibalah orang-orang portugis di kepulauan rempah-rempah, Maluku.

4. Cornelis Houtman;

Bangsa Belanda tidak mau ketinggalan. Mereka selalu berusaha mencari jalan ke Indonesia. Setelah berusaha keras dengan perjuangan berat, Cornelis Houtman dengan empat buah kapal tiba di Banten pada tahun 1596. Pada tahun-tahun berikutnya, berduyun-duyun kapal belanda datang di Indonesia. Dan pada tahun 1602, orang-orang Belanda mendirikan perkumpulan dagang yang diberi nama “Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC). Dengan siasat devide et impera, akhirnya VOC dapat menguasai Indonesia.

5. Christophorus Columbus;

Karena didorog oleh keinginan untuk mencari rempah-rempah Columbus berlayar dari Spanyol menuju ke barat, mengarungi samudera Atlantik. Ia seorang pelaut berasal dari Genua (Italia), yang bekerja pada pemerintah Spanyol. Pada tahun 1492, Columbus tiba di kepulauan Bahama, Cuba, dan Santa Domingo. Ia mengira bahwa ia telah sampai di India. Oleh karena itu, penduduk pulau-pulau tersebut dinamakan bangsa Indian. Namun dugaan Columbus itu ternyata keliru. Kepulauan Bahama, Cuba, dan Santa Domingo ialah pulau-pulau di benua baru, yang kemudian disebut benua Amerika.

6. Amerigo Vespucci;

Benua baru yang telah dicapai oleh Columbus kemudian diselidiki oleh seorang pelaut Italia bernama Amerigo Vespucci.

Pada tahun 1499-1501, ia menjelajahi daerah-daerah di Amerika Selatan. Semula Amerigo Vespucci berlayar di Sungai Amazon. Selanjutnya ia berlayar di sepanjang pantai Amerika Selatan, sambil mengadakan penyelidikan. Kemudian ia menulis buku tentang benua baru yang dikenalnya itu. Sebagai penghargaan kepadanya, benua baru itu dinamakan Amerika (berasal dari kata Amerigo).

Kemudian ternyata, bahwa orang-orang Indian yang tinggal di benua Amerika telah memiliki kebudayaan tinggi, misalnya bangsa Aztek di Meksiko dan bangsa Inca di Peru. Disamping itu ternyata Amerika adalah benua yang kaya raya. Di situ banyak ditemukan emas. Kekayaan Benua Amerika menarik perhatian bangsa-bangsa eropa yang lain. Maka berduyun-duyunlah orang-orang Eropa datang ke benua baru itu.

7. Cabral;

Raja Portugis, Manuel I, menyuruh seorang pelaut bernama Cabral, berlayar dari Portugis ke barat, mengarungi Samudera Atlantik. Pada tahun 1500, Cabral sampai di Brasilia, Amerika Selatan. Kemudian Brasil dijadikan tanah jajahan Portugis.

8. Magelhaens;

Magelhaens ialah seorang pelaut bangsa Portugis, yang bekerja pada pemerintah Spanyol. Atas perintah raja Spanyol, ia berusaha pergi ke Maluku dengan menempuh jalan ke barat. Magelhaens mengadakan pelayaran pada tahun 1519-1522. Ia berangkat dari Spanyol, mengarungi Samudera Atlantik. Setibanya di Benua Amerika, ia menyusuri pantai timur Amerika Selatan, dan tiba di ujung selatan Benua Amerika. Sampai sekarang selat di ujung selatan Benua Amerika terkenal dengan nama Selat Magelhaens.

Pelayaran Magelhaens dilanjutkan mengarungi Samudera Pasifik pada tahun 1521. Rombongan Magelhaens tiba di kepulauan sebelah utara Kalimantan.

Kepulauan itu kemudian diberi nama Philipina. Nama tersebut diambil dari nama raja Spanyol, Philips II.

Karena sikapnya sombong, Magelhaens mati terbunuh di Philipina. Anak buahnya melanjutkan pelayaran melalui Maluku, Samudera Indonesia, tanjung Pengharapan, dan tiba kembali di Spantol pada tahun 1522.

Tepat pada hari Natal, rombongan anak buah Magelhaens singgah di suatu tempat di pantai timur Afrika. Tempat itu hingga sekarang dinamakan Natal.

Pelayaran Magelhaens ialah pelayaran yang pertama kali mengelilingi dunia. Pelayaran tersebut mempunyai arti penting bagi ilmu pengetahuan. Sebab dengan pelayaran itu, terbuktilah bahwa bumi berbentuk bulat.

9. Francis Drake;

Seorang pelaut Inggris bernama Francis Drake berhasil mengadakan pelayaran mengelilingi bumi pada tahun 1577-1580. Dengan demikian Francis Drake ialah pengeliling bumi yang kedua.

10. Cortez;

Pada tahun 1521, seorang pelaut bangsa Spanyol bernama Cortez tiba di Meksiko. Kemudian ia menghancurkan hasil-hasil kebudayaan bangsa Aztek. Benda-bend berharga hasil kebudayaan bangsa Aztek dirampoknya habis.

11. Pizarro;

Seorang Spanyol bernama Pizarro pada tahun 1532 mendarat di pulau Peru, Amerika Selatan. Di Peru ia mengetahui hasil-hasil kebudayaan bangsa Inca yang sangat mengagumkan. Diantaranya banyak yang terbuat dari emas yang sangat mahal harganya. Melihat benda-benda berharga itu, timbul niat jahat Pizarro. Diseranglah bangsa Inca dan rajanya dibunuh. Beratus-ratus orang-orang Inca dibunuhnya secara kejam. Kemudian hasil-hasil kebudayaan Inca dihancurkan. Benda-benda bergarga dirampoknya habis. Sejak itu kebudayaan bangsa Inca hanya tinggal bekas-bekasnya saja.

12. Barentsz;

Barentsz ialah seorang pelaut bangsa Belanda. Ia berusaha mencari jalan ke Asia dengan melalui Kutub Utara. Pada tahun 1594 ia berangkat dari negeri Belanda, tetapi pelayarannya terhenti terhalang oleh air laut yang membeku pada musim dingin. Sementara waktu ia terpaksa tinggal di Pulau Novaja Zemlya, menanti musim panas tiba.

Ketika ia pulang ke negeri Belanda, meninggal di tengah jalan pada tahun 1579. Namanya diabadikan menjadi nama laut, laut Barentsz.

13. Cartier;

Karena tertarik oleh kekayaan Benua Amerika, pelaut bangsa Perancis bernama Cartier berlayar menuju ke benua baru itu. Pada tahun 1534, ia tiba di Amerika. Kemudian ia mengadakan penyelidikan di teluk Lawrenca dan menemukan sungai Saint Lawrence.

14. John Cabot;

Cabot seorang pelaut kelahiran Italia. Pada tahun 1497, ia mengadakan pelayaran dari Briston(Inggris) menuju ke Amerika Utara. Setibanya di Amerika Utara, ia mengadakan penyelidikan di Tanah Hijau (GreenLand), Semenanjung Labrador, Pulau New Founland, dan Pantai Amerika Utara. Namun usahanya menemukan jalan ke Asia Timur gagal. Pada tahun 1498, ia mengadakan pelayaran yang kedua. Namun ia hilang ditengah perjalanan. Selanjutnya ia tidak diketahui nasibnya. Namanya diabadikan menjadi nama selat, Selat Cabot, disebelah selatan New Founland.

Meskipun orang-orang Eropa telah mengadakan penjelajahan samudera, mencapai benua-benua Amerika, Asia, dan Afrika, namun mereka belum puas. Orang-orang Eropa masih ingin menemukan benua yang belum dikenal, di dekat kutub selatan. Seorang ahli ilmu bumi pada zaman Yunani kuno bernama Plotomeus, pernah mengatakan bahwa dibagian bumi selatan pasti terdapat“Terra Australis Incognita”, Artinya Benua selatan yang belum diketahui.

15. Willem Jansz;

Willem Jansz adalah seorang pelaut bangsa Belanda. Ia berhasil mendarat di teluk Carpentaria, di Australia pada tahun 1606.

16. Jan Cartensz;

Tujuhbelas tahun setelah Willem Jansz, pelaut Belanda yang lain bernama Jan Cartensz tiba di Australia. Ia menyusuri pantai Tanjung York, di Australia Timur Laut.

17. Abel Tasman;

Pada tahun 1642, Abel Tasman berhasil menemukan Pulau Tasmania, dibagian tenggara Australia dekat Selandia Baru.

Orang-orang Belanda tersebut melakukan penjelajahan karena mendapat tugas dari VOC untuk memperluas daerah. Tetapi karena daerah-daerah di Australia yang mereka kunjungi merupakan daerah yang tidak subur, mereka tidak tertarik.

18. William Dampier;

William Dampier adalah pelaut berkebangsaan Inggris. Pada tahun 1688 William Dampier mendarat di pantai barat Australia, kemudian ia menulis tentang benua Australia. William Dampier adalah orang pertama yang menulis tentang benua Australia.

19. James Cook;

Orang inggris selanjutnya yang melakukan penjelajahan samudera menuju benua Australia adalah James Cook. James Cook mendarat di pantai timur Australia pada tahun 1770. Kemudian ia menyusuri pantai menuju ke utara.

20. Matthew Flinders;

Matthew Flinders adalah orang pertama yang berhasil mengelilingi Australia pada tahun 1798. Kemudian ia membuat peta Australia. Peta tersebut merupakan peta Australia yang pertama.

Demikian ulasan singkat tentang tokoh-tokoh Eropa penjelajah samudera di abad ke-15 dan 16, semoga ulasan singkat ini dapat memperluas pengetahuan pembaca.

Baca juga Artikel Sejarah berikut ini.