Sejarah Kerajaan Melayu Tempat Strategis di pantai timur Sumatra

Sejarah11 Dilihat

berkasilmu.com – Kerajaan Melayu berperan penting dalam perdagangan karena letaknya yang strategis di pantai timur Sumatra. Kerajaan Melayu pernah dikuasai oleh Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Singasari.

Kerajaan Melayu adalah salah satu kerajaan tertua di Nusantara. Kerajaan ini diperkirakan berpusat di daerah Jambi, yaitu di tepi alur Sungai Batanghari.

Banyak peninggalan kuno, seperti candi dan arca, yang ditemukan di kawasan ini. Namun sebenarnya, keberadaan Kerajaan Melayu lebih banyak diketahui dari sumber asal Cina.

Pada masa pemerintahan Dinasti Tang, dilaporkan bahwa utusan dari negeri Mo-lo-yeu (Melayu) datang ke Cina dengan membawa hasil bumi pada tahun 644 dan 645.

Seorang pengelana Cina bernama I-tsing kemudian melaporkan, pada abad ke-7 Kerajaan Melayu ditaklukkan oleh Sriwijaya. Selama beberapa abad kemudian tidak ada laporan apapun tentang Kerajaan Melayu.Situs bekas kerajaan Melayu di Jambi

Ekspedisi Pamalayu

Nama Melayu baru muncul kembali pada abad ke-12. Menurut kitab Negarakertagama, Kerajaan Singasari melancarkan Ekspedisi Pamalayu untuk menakhlukkan Sumatra pada tahun 1275.Gambar ilustrasi kapal tahun 800-an Masehi pada masa ekspedisi pamalayu yang terdapat pada candi Borobudur

Serangan Singasari ini disambut baik oleh penduduk Melayu. Mereka bukan hanya merasa terbebas dari kekuasaan Sriwijaya, tetapi juga karena mendapat hadiah berupa patung Buddha Amoghpasa dari Raja Kertanegara.

Setelah hampir 20 tahun tinggal di Melayu, tentara Singasari kembali ke Pulau Jawa. Mereka memboyong pulang dua putri Raja Mauliwarmadewa dari Melayu, yaitu Dara Petak dan Dara jingga. Kedua putri ini kemudian menikah dengan penguasa baru Kerajaan Majapahit yang menggantikan kedudukan Kerajaan Singasari.

Adityawarman

Setelah terlepas dari kekuasaan Sriwijaya, Kerajaan Melayu perlahan memainkan peranan penting di wilayah Sumatra. Pada abad ke-14, Melayu diperintah oleh Adityawarman, putra Adyawarman dan Dara Jingga.

Adityawarman adalah kerabat dari dinasti yang berkuasa di Majapahit dan pernah membantu Gajah Mada menaklukkan Pulau Bali.

Adityawarman dikenal sebagai raja berkekuasaan mutlak yang menakutkan sekaligus pemurah. Walaupun demikian, ia berhasil menghadirkan kemakmuran karena selalu memikirkan kesejahteraan rakyatnya.

Pada masa pemerintahan Adityawarman, Melayu mencapai puncak kejayaan. Letaknya yang strategis di pantai timur Sumatra memungkinkan kerajaan berperan penting dalam dunia pelayaran dan perdagangan antara India dan Cina dengan kawasan timur kepulauan Nusantara.

Adityawarman memerintah hingga tahun 1375. Ia digantikan oleh putranya, Anangwarman. Setelah itu, nama Kerajaan Melayu tidak terdengar lagi.

Peninggalan Kerajaan Melayu

Kerajaan Melayu merupakan salah satu kerajaan besar yang pernah berkembang di Pulau Sumatra. Kerajaan ini diperkirakan telah berdiri sejak abad ke-7 Masehi dan menjadi salah satu pusat perdagangan serta penyebaran budaya di wilayah Nusantara. Keberadaan Kerajaan Melayu diketahui melalui berbagai sumber sejarah, baik berupa prasasti maupun catatan dari bangsa asing yang pernah berkunjung ke wilayah tersebut.

Berbagai peninggalan sejarah yang ditemukan hingga saat ini menjadi bukti penting mengenai eksistensi dan perkembangan Kerajaan Melayu. Peninggalan tersebut tidak hanya memberikan informasi tentang kehidupan masyarakat pada masa itu, tetapi juga membantu para sejarawan dalam mengungkap perjalanan sejarah kerajaan yang pernah berjaya di Sumatra.

Sejarah Singkat Kerajaan Melayu

Kerajaan Melayu diperkirakan berpusat di daerah sepanjang Sungai Batanghari, Jambi. Dalam catatan sejarah Tiongkok, kerajaan ini dikenal dengan nama Mo-lo-yeu atau Malayu. Pada masa perkembangannya, Kerajaan Melayu menjadi salah satu pusat perdagangan penting karena letaknya yang strategis di jalur pelayaran internasional.

Seiring berjalannya waktu, Kerajaan Melayu sempat berada di bawah pengaruh Kerajaan Sriwijaya sebelum akhirnya kembali berkembang sebagai kekuatan politik yang cukup berpengaruh di Sumatra. Informasi mengenai kerajaan ini banyak diperoleh dari prasasti dan catatan perjalanan para pedagang asing.

Peninggalan Kerajaan Melayu

Berikut beberapa peninggalan penting yang berkaitan dengan Kerajaan Melayu.

1. Prasasti Karang Brahi

Prasasti Karang Brahi ditemukan di daerah Merangin, Jambi. Prasasti ini ditulis menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Melayu Kuno. Isi prasasti menjelaskan tentang kekuasaan kerajaan serta peringatan bagi siapa saja yang berani melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh penguasa.

Prasasti Karang Brahi menjadi salah satu sumber utama yang menunjukkan keberadaan Kerajaan Melayu dan hubungan wilayah tersebut dengan kekuatan politik di Sumatra pada masa lampau.

2. Prasasti Amoghapasa

Prasasti Amoghapasa ditemukan di daerah Dharmasraya, Sumatra Barat. Prasasti ini berkaitan dengan pengiriman arca Amoghapasa oleh Raja Kertanegara dari Kerajaan Singhasari kepada penguasa Melayu pada tahun 1286 Masehi.

Melalui prasasti ini, diketahui bahwa Kerajaan Melayu memiliki hubungan diplomatik yang baik dengan kerajaan-kerajaan besar di Jawa. Selain itu, prasasti ini juga menunjukkan pengaruh agama Buddha yang cukup kuat di wilayah Melayu pada masa tersebut.

3. Arca Amoghapasa

Arca Amoghapasa merupakan salah satu peninggalan paling terkenal dari Kerajaan Melayu. Arca ini melambangkan Bodhisattwa dalam ajaran Buddha Mahayana dan menjadi bukti berkembangnya agama Buddha di kawasan Melayu.

Arca tersebut memiliki nilai sejarah yang tinggi karena menunjukkan hubungan budaya dan keagamaan antara Sumatra dan Jawa pada masa kerajaan Hindu-Buddha.

4. Kompleks Percandian Muaro Jambi

Kompleks Percandian Muaro Jambi merupakan salah satu situs arkeologi terbesar di Indonesia. Situs ini terletak di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, dan diperkirakan berkembang antara abad ke-7 hingga abad ke-13 Masehi.

Di kawasan ini ditemukan berbagai struktur bangunan bata, kanal kuno, serta artefak keagamaan yang menunjukkan bahwa wilayah tersebut pernah menjadi pusat pendidikan dan kegiatan keagamaan Buddha. Banyak ahli sejarah mengaitkan kompleks ini dengan perkembangan Kerajaan Melayu pada masa kejayaannya.

5. Prasasti Grahi

Prasasti Grahi ditemukan di wilayah Thailand Selatan dan berkaitan dengan pengaruh politik Kerajaan Melayu pada masa pemerintahan Raja Adityawarman. Prasasti ini menunjukkan luasnya jaringan hubungan yang dimiliki kerajaan serta aktivitas perdagangan yang menjangkau berbagai wilayah di Asia Tenggara.

6. Arca-Arca Buddha dan Hindu

Berbagai arca bercorak Buddha dan Hindu ditemukan di wilayah bekas kekuasaan Kerajaan Melayu, terutama di sekitar Jambi dan Sumatra Barat. Temuan tersebut menunjukkan adanya perkembangan kehidupan keagamaan yang cukup maju serta interaksi budaya dengan berbagai kerajaan lain di Nusantara.

Pelajari juga: Sejarah Kerajaan Malaka kerajaan terpenting di Nusantara Abad XV

Nilai Sejarah Peninggalan Kerajaan Melayu

Peninggalan Kerajaan Melayu memiliki peran penting dalam mengungkap sejarah perkembangan peradaban di Sumatra. Melalui prasasti, arca, dan situs arkeologi yang ditemukan, para ahli dapat mengetahui sistem pemerintahan, kehidupan sosial, aktivitas perdagangan, hingga perkembangan agama yang pernah berlangsung di wilayah tersebut.

Selain menjadi sumber informasi sejarah, peninggalan tersebut juga merupakan warisan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan. Keberadaannya memberikan gambaran mengenai kemajuan masyarakat Nusantara pada masa kerajaan serta memperkaya khazanah sejarah Indonesia.

Peninggalan Kerajaan Melayu terdiri atas berbagai prasasti, arca, dan situs bersejarah yang menjadi bukti kejayaan kerajaan tersebut pada masa lampau.

Beberapa peninggalan yang paling terkenal antara lain Prasasti Karang Brahi, Prasasti Amoghapasa, Arca Amoghapasa, Kompleks Percandian Muaro Jambi, Prasasti Grahi, serta berbagai arca bercorak Hindu-Buddha.

Melalui peninggalan-peninggalan tersebut, generasi masa kini dapat mempelajari dan memahami sejarah Kerajaan Melayu sebagai salah satu bagian penting dari perjalanan panjang peradaban Indonesia.

Baca juga: Sejarah Kerajaan Minangkabau

News Feed