Sejarah Lengkap Peradaban Romawi Kuno

Sejarah4 Dilihat

Wilayah Romawi

Romawi terletak di semenanjung Italia atau Alpen. Italia merupakan jazirah yang menjorok ke Laut Tengah. Sebagian besar rakyat Kerajaan Romawi pada mulanya hidup dari bertani dan beternak.

Kota Roma didirikan di Latium, di tepi sungai Tiber. Semula kota Roma adalah sebuah polis bagian dari Yunani. Kemudian, kota Roma berkembang menjadi negara yang mempunyai jajahan sangat luas. Di daerah ini pada abad sebelum masehi sudah dikenal kebudayaan tinggi yang pengaruhnya terasa sampai sekarang.

Peta wilayah Romawi Kuno
Peta wilayah Romawi Kuno

Susunan Pemerintahan Romawi

Semasa pemerintahan Republik, lembaga negara terdiri dari unsur-unsur pemerintahan berikut.

  1. Konsul, yang dipegang oleh dua orang yang bertugas sebagai pemimpin pemerintahan dan sebagai panglima tentara.
  2. Senat, yang bertugas sebagai penasehat konsul.
  3. Dewan Rakyat (Comitia Curita), bertugas memilih dua orang konsul tiap tahun bersama-sama memegang pemerintahan.
  4. Tribun, yaitu wakil dari golongan Plebeia yang dipilih setiap tahun sebanyak dua orang. Bertugas meperjuangkan golongan Plebeia. Dewan ini mempunyai hak veto yaitu hak untuk membatalkan putusan-putusan dewan yang lain.

Semasa pemerintahan kekaisaran, semua dewan berada di tangan kaisar.

Perluasan Wilayah

Akibat perluasan wilayah, terbentuklah Imperium  Romanum dan muncul tiga tokoh yaitu Pompeyus, Crasus, Yulius Caesar. Ketiga tokoh ini mempunyai keberhasilannya masing-masing, yaitu sebagai berikut.

  1. Pompeyus berhasil menundukkan Macedonia pada tahun 197 SM, Syiria dan Mesir pada tahun 190 SM.
  2. Crasus berhasil memadamkan pemberontakan Budak Spartakus.
  3. Yulius Caesar berhasil mengadakan perluasan wilayah (ekspansi) ke Galia (Perancis).

Akibat lainnya tuan tanah juga muncul, sehingga para petani menjadi terdesak dan pergi ke kota untuk mengadu nasib (Urbanisasi). Usaha untuk memulangkan petani ke desa dilakukan oleh dua tribun, yaitu Tiberus (133 SM) dan Gajus (121 SM).

Usaha tersebut mengalami kegagalan, sebab golongan Optimat merintanginya dengan tujuan mendapatkan dukungan golongan proletar dalam dewan rakyat. Terjadilah pertentangan golongan optimat dengan rakyat, yang kemudian berkembang menjadi perang saudara di Romawi. Perang saudara yang berlangsung empat kali inilah yang kemudian mengubah bentuk negara menjadi kekaisaran.

a. Perang Saudara I (88 – 82 SM)

Perang ini terjadi karena Sulla dari golongan optimat melawan Merius dari golongan rakyat. Semula pihak rakyat menang, tetapi pada akhirnya Sulla dapat menguasai keadaan, sehingga senat memiliki kekuasaan yang besar.

b. Perang Saudara II (949 – 15 SM)

Perang saudara ini berbentuk “Tiga Serangkai 1”, antara Crasus, Pompeyus, dan Yulius Caesar. Yulius Caesar bertujuan menentang kekuasaan Senat. Dalam perang ini rakyat memihak Yulius Caesar, sehingga mendapat kemenangan. Dia diangkat menjadi imperator dengan cita-cita mewujudkan masyarakat yang adil dan menyamakan segala lapisan kedudukan.

Untuk mewujudkan cita-citanya itu, Yulius melakukan usaha-usaha sebagai berikut.

  • Usaha memperluas wilayah ke negara-negara Eropa Barat dilakukan dengan semboyan “Vini, Vidi, Vici” (saya datang, saya melihat, saya menang).
  • Pada tahun 45 SM Yulius Caesar mengadakan penanggalan baru yang disebut tahun Yulius. Penanggalan itu dimulai tahun 45 SM (1 Tahun = 364 1/4 hari). Penanggalan ini menggunakan perhitungan peredaran matahari.

Kebesaran Yulius Caesar menimbulkan iri hati senat, sehingga timbul niat untuk membunuhnya. Pada tahun 14 Maret 44 SM, saat menghadiri undangan rapat senat, dia dibunuh komplotan yang dipimpin oleh Brutus. Yulius Caesar meninggal dengan 23 tikaman ditubuhnya.

c. Perang Saudara III (45 – 42 SM)

Terbunuhnya Yulius Caesar mengakibatkan terbentuknya tiga serangkai yaitu, Lapidus, Antonius (teman Yulius Caesar), dan Octavianus (anak angkat dan ahli waris Yulius Caesar). “Tiga Serangkai II” ini berhasil menangkap Brutus di balkon dan berhasil mengalahkan senat yang ingin berkuasa kembali. Setelah itu, hubungan ketiganya menjadi retak. Mula-mula Lapidus disingkirkan. Antonius akhirnya pergi ke Mesir, karena terpengaruh oleh ratu Mesir yang bernama Cleopatra. Octavianus yang saat itu berusia 18 tahun berkedudukan di Roma.

d. Perang Saudara IV

Dalam perang ini Octavianus mendapatkan dukungan dari rakyat Roma dan seluruh Italia, sehingga berhasil mengalahkan armada Antonius di dekat kota Aktium. Kekalahan Antonius disebabkan oleh tindakannya sendiri yaitu meninggalkan angkatan perangnya karena terpengaruh oleh Ratu Cleopatra. Pada tahun 27 SM, senat mengangkat Oktavianus menjadi kepala pemerintahan dan memberi gelar Kaisar Augustus yang berarti “Yang dipertuan Agung”.

Masa Kekaisaran Romawi

Pada zaman peradaban Romawi Kuno, pemerintahan yang sebelumnya berbentuk Republik kemudian dirubah menjadi Kekaisaran, dengan kaisar-kaisar yang berkuasa adalah Augustus, Nero, Vespasianus, dan Konstantin Agung.

1. Kaisar Augustus (27 – 14 SM)

Pada masa Kaisar Augustus, Romawi mencapai puncak kejayaan. Kekuasaan bersifat mutlak (Absolut), misalnya imperator, tribun, senat, dan pontifek maksimus (pemimpin agama tertinggi) memegang peranan penting.

Pada masa pemerintahan ini dilakukan berbagai usaha sebagai berikut ini:

  • Memperluas wilayah meliputi daerah dari Persia sampai Eropa Barat. Kota dagang yang dikuasai di Laut Tengah adalah Genoa, Venesia, Sydon, Tyrus, Iskandariyah dan Lisbon.
  • Merintis perdagangan dengan Tiongkok dari Asia Tenggara (Jalan Sutera) dan Laut India (jalan emas).
  • Memulihkan ketentraman dan kemakmuran.
  • Memajukan ilmu pengetahuan dan kesenian. Ahli sastra yang terkenal saat itu adalah Horitus, Ovidius, dan Vergilius.
  • Membangun gedung-gedung yang indah dengan pola Hellenistik.
  • Membangun jalan raya yang teratur dan bagus dari segala penjuru kota roma, dan kota-kota lainnya. Sehingga ada pepatah “banyak jalan menuju Roma”.

Setelah kaisar Augustus meninggal, penggantinya seperti Tiberius dan Claudius bersikap lemah. Akibatnya, suku German banyak melakukan pemberontakan. Olehkarena itu, pada pertengahan abad pertama masehi didirikan benteng sebagai batas antara sungai Rijn dan Donau. Tujuannya untuk menanggulangi serbuan orang-orang German. Dinding itu disebut “Limes”.

2. Kaisar Nero (54 – 68 M)

Agama Kristen pada masa ini sudah berkembang sampai di Romawi. Kaisar Nero sangat kejam terhadap pengikut Agama Kristen. Mereka difitnah dan dituduh membakar kota Roma, padahal yang membakar kaisar Nero sendiri. Akibatnya banyak orang Kristen yang ditangkap dan dibunuh. Untuk menghindari kekejaman kaisar Nero, banyak orang Kristen membuat persembunyian berupa gua-gua besar di dalam tanah (di kota Kumba). Kekejaman kaisar Nero ditentang oleh gubernur Syiria yang bernama Vespasianus, dengan mengadakan kudeta.

3. Kaisar Vespasianus (69 – 76 M)

Kaisar Vespasianus berhasil memadamkan pemberontakan Yahudi dan Batoa. Situasi negara menjadi tenang. Setelah dia meninggal, penggantinya merupakan kaisar yang lemah, misalnya Titus, Domitianus, Hadrianus, dan Deocletianus. Kaisar tersebut semula benci dengan agama Kristen, tapi akhirnya mengikutinya.

4. Kaisar Konstantin Agung (307 – 337 M)

Pada masa kekaisaran Konstantin Agung, agama Kristen mendapat perhatian. Pada tahun 313 M dia mengeluarkan Ediet Milano, isinya kaisar tidak akan mengganggu umat Kristen. Meskipun kaisar belum memeluk agama Kristen, tetapi orang Kristen diberi hak istimewa, yaitu:

  1. Imam dan gereja dibebaskan dari pajak.
  2. Istana Lateran diberikan sebagai gereja.
  3. Dibangun gereja Santo Pieter.
  4. Hukum slib dihapus dan menentukan hari minggu sebagai hari libur.
  5. Banyak orang kristen memperoleh jabatan yang tinggi.

Pada masa pemerintahan Konstantin Agung, Ibukota dipindahkan ke Bizantium (Konstantinopel). Pemindahan ini bertujuan menguntungkan segi Politik, Ekonomi dan Militer. Akibat yang timbul adalah sebagai berikut.

  1. Konstantinopel menjadi pusat Kristen yang baru.
  2. Terjadi perpecahan antara Kristen Romawi dan Kristen Yunani.
  3. Kerajaan Romawi pecah menjadi dua, yaitu Romawi Barat yang berpusat di Roma, dan Romawi Timur yang berpusat di Konstantinopel.
  4. Munculnya negara-negara kecil di Eropa Barat (Perancis, Spanyol, Inggris, Rusia, dan Yunani).

Kepercayaan 

Sebelum agama Kristen berkembang di Romawi, orang-orang Romawi mengakui adanya dewa-dewa (politheisme). Nama dewa-dewanya mirip dewa orang Yunani, hanya nama-namanya saja yang berbeda. Nama-nama dewa Romawi seperti nama planet, yaitu:

  1. Yupiter sebagai pemimpin para dewa.
  2. Neptunus sebagai dewa laut.
  3. Venus sebagai dewa kecantikan.
  4. Minerva sebagai dewi ilmu pengetahuan.
  5. Juno merupakan dewi permaisuri Yupiter.

Hasil-Hasil Kebudayaan

Hasil-hasil kebudayaan bangsa Romawi meliputi seni bangunan, seni sastra, dan seni patung.

a. Seni Bangunan

Dibidang seni bangunan bangsa Romawi menghasilkan bangunan-bangunan berikut:

  • Membangun kota roma dengan gedung-gedung yang dindingnya berlapis marmer.
  • Mendirikan bangunan pemandian umum.
  • Membangun pintu-pintu gerbang yang megah.
  • Membuat tugu-tugu peringatan yang megah.
  • Membangun Amphiteater atau gedung pertunjukan terbuka.
  • Membuat jalan raya yang menghubungkan kota-kota.
  • Membuat jembatan-jembatan lengkung yang kokoh (viaduc).
  • Mendirikan colosseum yaitu gedung pertunjukan yang menyelenggarakan adu orang dengan singa.

b. Seni Sastra dan Bahasa

Dalam bidang seni sastra dan bahasa, bangsa Romawi terkenal jaya. Kejayaannya tampak dalam karya dan para sastrawan serta bahasa latinnya. Pada masa kejayaaan Romawi ini muncul para sastrawan yang menghasilkan karya-karya sastra yang agung. Sastrawan-sastrawan itu adalah:

  • Virgilius yang menulis syair dengan judul Aeneid yang berisi cerita kepahlawanan.
  • Horatius yang menulis syair-syair pujian.
  • Tacitius yang menulis cerita pengembaraan yang berjudul Germania.
  • Cicero adalah seorang ahli pidato yang termasyhur.

Bahasa latin merupakan induk bahasa negara-negara Eropa seperti Italia, Perancis, Spanyol, Portugis, dan Rumania.

c. Seni Patung

Orang Romawi ahli dalam seni lukis dan seni patung. Apabila ada orang romawi yang meninggal dunia, bentuk mukanya dipahat (dipatungkan). Patung pahatan itu dibuat dari lilin.

Pemerintahan dan Hukum

Bangsa Romawi telah mengenal sistem pemerintahan. Bahkan mereka telah memiliki hukum sebagai alat pengatur tata kehidupan masyarakatnya. Bangsa Romawi memiliki sistem pemerintahan dan hukum berikut ini.

  • Sistem pemerintahan dimasa republik sudah menerapkan dan membentuk lembaga-lembaga negara yaitu konsul, senat, dan dewan rakyat.
  • Daerahnya telah dibagi menjadi beberapa provinsi.
  • Pada abad ke-5 SM sudah disusun hukum tertulis dan mengutamakan keadilan, kemanusiaan, dan persamaan hak. Pada masa kekaisaran Romawi Timur, hukum disempurnakan dengan penyusunan kitab hukum perdata yang dinamakan Corpus Juris Civilis.

Kehidupan Ekonomi

Sebagian besar rakyat Romawi bergerak dalam bidang perdagangan. Pada masa itu perdagangan berkembang dengan pesat. Hal ini terbukti dengan berhasil dikuasainya kota dan daerah perdagangan di kawasan Laut Tengah. Selain itu mereka telah menggunakan uang sebagai alat pembayaran.

Baca juga Sejarah Lengkap berikut ini.