Setelah proklamasi kemerdekaan diumumkan, perjuangan bangsa Indonesia memasuki tahap baru. Usaha-usaha untuk menjalankan roda pemerintahan dilakukan dengan menyusun kelengkapan pemerintahan seperti KNIP, BKR dan diikuti dengan pembentukan Kabinet Presidensial. Kabinet Presidensial dibentuk pada tanggal 2 September 1945 dengan susunan sebagai berikut:

Kepala pemerintahan atau Perdana menteri dirangkap oleh presiden Soekarno.
1. Menteri Dalam Negeri: R.A.A Wiranata Kusumah dengan wakil Mr. Harmani 2. Menteri Luar Negeri: Mr. Achmad Soebardjo 3. Menteri Keuangan: Mr.A.A. Maramis (semula Menteri Negara, menggantikan Dr. Samsi) 4. Menteri Kehakiman: Prof. Mr.Dr. Soepomo 5. Menteri Kemakmuran: Ir. Surachman Tjokroadisurjo 6. Menteri Keamanan Rakyat: Soeprijadi 7. Menteri Kesehatan: dr. Boentaran Martoatmodjo 8. Menteri Pengajaran: Ki Hajar Dewantara 9. Menteri Penerangan: Mr. Amir Sjarifuddin dengan wakilnya Mr. Ali Sastroamidjojo 10. Menteri Sosial: Mr. Iwa Koesoema Soemantri 11. Menteri Pekerjaan Umum: Abikusno Tjokrosujoso 12. Menteri Perhubungan: Abikusno Tjokrosujoso 13. Menteri Negara: Wachid Hasjim 14. Menteri Negara: dr. M Amir 15. Menteri Negara: Mr. R.M. Sartono 16. Menteri Negara: R. Otto Iskandardinata Para gubernur yang diangkat untuk delapan provinsi di Republik Indonesia, yaitu:
- Mr. Teuku Mohammad Hassan (Sumatera)
- Sutardjo Kartohadikusumo (Jawa Barat)
- R. Pandji Soeroso, digantikan oleh Mr.R.T. Wongsonegoro (Jawa Tengah)
- R.A. Soerjo (Jawa Timur)
- Mr.I Gusti Ktut Pudja (Sunda Kecil)
- Mr.J. Latuharhary (Maluku)
- dr.G.S.S.J. Ratulangie (Sulawesi), dan
- Ir. Pangeran Moh.Noor (Kalimantan)
Pejabat negara lainnya yang diangkat adalah:
- Mr.dr. Kusumah Atmadja (Ketua Mahkamah Agung)
- Mr. Gatot Tarunamihardja (Jaksa Agung)
- Mr.A.G. Pringgodigdo (Sekretaris Negara), dan
- Soekardjo Wirjopranoto (Juru Bicara Negara)
Baca juga:











