Sejarah Ibu Kota Provinsi Jawa Barat

Sejarah3 Dilihat

Bandung, tepatnya Kota Madya Bandung adalah ibu kota Provinsi Jawa Barat Pada zaman penjajahan Belanda kota madya disebut gemeente atau kotapraja. Bandung diresmikan sebagai kotapraja (gemeente) baru pada tanggal 1 April 1906 oleh Gubernur Jenderal J. B. Van Heutz. Setiap tanggal 1 April sampai sekarang, selalu diperingati sebagai hari ulang tahun Kota Madya Bandung. 

Pada abad ke-17 nama Bandung telah dikenal oleh bangsa Belanda, yang bernama Julien de Silva. Di tempat itu baru terdapat antara 25-30 buah rumah. Belanda menyebutnya sebagai Negeri Bandong. Sejak itu penduduk Bandung semakin bertambah.

Penduduk pribumi menamakan daerah itu dengan sebutan Tatar Ukur. Penguasa daerah itu bernama Wangsanata alias Dipati Ukur. Pada saat itu, Bandung berada di bawah kekuasaan Mataram yang diperintah oleh Sultan Agung. Pusat Kerajaan Mataram terletak di sekitar daerah Yogyakarta sekarang. 

Pada tahun 1628 dan 1629, rakyat Tatar Ukur turut menyerbu benteng Kompeni Belanda di Batavia. Mereka mengikuti pasukan Sultan Agung dari Mataram. Pasukan itu dipimpin oleh Dipati Ukur dan Tumenggung Bahurekso. Setelah peristiwa itu, Kompeni Belanda menaruh curiga terhadap rakyat Bandung. Kemudian Belanda menempatkan pasukannya di Sana. Sejak itu Bandung semakin berkembang.

Bandung lama terletak di sekitar Dayeuhkolot sekarang. Daerah itu sekarang menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Bandung. Bandung lama didirikan pada tanggal 20 April 1641. Setiap tanggal 20 April sampai sekarang selalu diperingati sebagai hari ulang tahun Kabupaten Bandung.

Pada masa kekuasaan Herman Willem Daendels antara tahun 1808-1811, Belanda membuat jalan raya pos dari Anyer sampai ke Panarukan. Anyer terletak di ujung barat Pulau Jawa, sedangkan Panarukan letaknya di ujung timur.

Pembangunan jalan itu melewati tatar Bandung. Pada tahun 1810, Daendels memerintahkan untuk memindahkan pusat kota Bandung dari Dayeuhkolot ke Bandung sekarang. Bupati Bandung pada saat itu bernama R. A. A. Wiranatakusumah II. Beliau memerintah antara tahun 1794-1829.

Mulai tahun 1830, di sekitar Bandung dijadikan daerah perkebunan oleh Belanda. Bandung mulai ditata dengan rapi sehingga menjadi kota yang asri dan sejuk. Pemandangan di sekitarnya sangat indah. Oleh karena itu, Bandung dijadikan sebagai tempat peristirahatan oleh bangsa Belanda. Banyak bangsa asing yang beristirahat di sana.

Orang Belanda beserta keluarganya mulai banyak yang tinggal di Bandung. Pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Van Heutz tanggal 1 April 1906, kota Bandung diresmikan sebagai kotapraja. Kemudian, sebagian kantor pusat pemerintahan dipindahkan dari Batavia ke Bandung.

Pada masa proklamasi kemerdekaan, rakyat Bandung turut berjuang melawan penjajah Belanda. Di antaranya muncul pahlawan Mohamad Toha dari Bandung Selatan. Rakyat Bandung berjuang untuk merebut kemerdekaan. Mereka selalu berusaha untuk menggempur markas Belanda.

Pada tanggal 24 Maret 1946 terjadi peristiwa Bandung Lautan Api. Pada saat itu kota Bandung terbagi menjadi dua bagian. Bandung Utara dikuasai oleh tentara Belanda dan Sekutu. Bandung Selatan diduduki oleh bangsa pribumi dan tentara kita.

Foto Peristiwa Bandung Lautan Api
Peristiwa Bandung Lautan Api

Pada tanggal 23 Maret 1946, tentara Sekutu mengeluarkan ultimatum. Isi ultimatum tersebut menyatakan bahwa tentara Republik Indonesia harus mengosongkan seluruh kota Bandung. Tentara kita merasa tidak rela kotanya harus diserahkan kepada Sekutu. Oleh karena itu, kota Bandung bagian selatan dibakar oleh tentara dan rakyat Bandung. Daripada Bandung diduduki oleh Belanda, lebih baik dibumihanguskan. Setelah itu barulah mengungsi. 

Baca juga: Perjuangan Menghadapi Sekutu dan Belanda

Pada bulan April 1955, kota Bandung dijadikan sebagai tempat Konferensi Asia Afrika. Sampai sekarang, kota Bandung terkenal ke luar negeri sebagai kota bersejarah bagi bangsa-bangsa Asia Afrika. 

Selain itu, Bandung terkenal karena keindahan alamnya dan hawanya yang sejuk. 

Itulah sejarah singkat kota Bandung, sebagai ibu kota Propinsi (Daerah Tingkat I) Jawa Barat. Kedudukan kota Bandung sekarang sebagai kota madya yang setingkat dengan kabupaten. Setiap tanggal 1 April, selalu diperingati sebagai hari ulang tahun Kota Madya Bandung.

Di sekeliling Kata Madya Bandung terletak wilayah Kabupaten Bandung. Bandung yang merupakan wilayah Kabupaten terbentuk lebih dahulu, yaitu pada tanggal 20 April 1641. Kota Madya Bandung baru diresmikan pada tanggal 1 April 1906. 

Foto Gedung Merdeka Bandung
Gedung Merdeka Bandung

Pada zaman penjajahan Belanda banyak dibangun gedung-gedung bersejarah. Gedung-gedung itu banyak yang masih berdiri kukuh sampai sekarang, di antaranya Pendopo Kabupaten Bandung (dibangun tahun 1810), Gedung Balaikota (tahun 1819), Gedung Pakuan (tahun 1867), Gedung Merdeka (tahun 1879), Stasiun kereta api (tahun 1884). Masih banyak lagi gedung gedung lainnya yang belum disebutkan di sini. Cobalah kamu cari sendiri!

Baca juga: Sejarah Jakarta Ibu Kota Indonesia