Perumusan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Sejarah58 Dilihat

Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Ahmad Subardjo dari Rengasdengklok tiba di Jakarta lalu menemui Mayor Jenderal Nashimura. Mereka memberitahukan bahwa malam itu PPKI akan bersidang, tetapi Mayor Jenderal Nishimura tidak mengijinkan.

Sesudah itu, mereka menuju rumah Laksamana Maeda. Laksamana Maeda adalah orang Jepang yang bertugas sebagai Wakil Angkatan Laut Jepang di Jakarta. Ia bersimpati terhadap perjuangan bangsa Indonesia.

Konsep Naskah Proklamasi yang Belum Ditandatangani
Konsep Naskah Proklamasi yang Belum Ditandatangani

Anggota-anggota PPKI sudah berkumpul di rumah Laksamana Maeda. Mereka sudah diberi tahu Ahmad Subardjo melalui telephone. Setelah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tiba, sidang dimulai. mereka menceritakan pembicaraannya dengan Nishimura. Setelah itu, mereka melanjutkan pembicaraan di ruang makan. Di ruang makan inilah mereka menyusun konsep naskah proklamasi kemerdekaan. Ir. Soekarno mengusulkan agar Drs. Moh. Hatta dan Mr. Ahmad Subardjo yang menyusun kalimatnya, sebab bahasa mereka lebih baik. Penulisan ini disaksikan oleh Sayuti Melik, BM. Diah, dan Sudiro, sehingga tersusun konsep naskah proklamasi. Setelah menyelesaikan konsep naskah itu, kemudian mereka kembali ke ruang tempat berkumpulnya anggota PPKI. Ir. Soekarno membuka sidang. Naskah tersebut dibacakan beberapa kali. Semua yang hadir menyetujui isinya. Drs. Moh. Hatta mengusulkan agar semua yang hadir menandatangani naskah tersebut, tetapi Soekarni meminta agar naskah tersebut ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta saja. Usul Sukarni diterima dan disetujui. Akhirnya naskah proklamasi ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta, atas nama bangsa Indonesia. Sebelum ditandatangani naskah tersebut diketik terlebih dahulu oleh Sayuti Melik. Naskah yang diketik dan ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta itulah yang merupakan naskah proklamasi otentik atau resmi.

Naskah Proklamasi Otentik
Naskah Proklamasi Otentik

Tahun ’05 adalah tahun Jepang yaitu tahun 2605. Tahun ’05 digunakan, sebab pada waktu itu Indonesia masih menggunakan tahun Jepang.

Baca juga: