Sejarah Terbentuknya PBB 24 Oktober 1945

Sejarah125 Dilihat

Pernahkah kamu mendengar perkataan perang atau damai? Apakah arti kedua perkataan itu? Arti kedua perkataan itu saling bertentangan. Perang, siapapun yang melakukannya, baik yang kalah maupun yang menang, akan mengalami kerugian. Perang adalah tindakan yang dapat merugikan kedua belah pihak sedangkan perdamaian adalah tindakan yang menguntungkan semua pihak.

Pada tahun 1914-1918 telah terjadi Perang Dunia I. Tidak kurang dari 26 negara terlibat dalam perang ini. Pada tahun 1939-1945 terjadi pula Perang Dunia II. Lebih banyak lagi negara yang terlibat dalam Perang Dunia ini. Untuk mengetahui lebih lanjut pengenai Perang Dunia 1 dan dua silahkan kunjungi kedua tautan artikel di bawah ini:

Negara-negara yang kuat maupun yang lemah sama-sama menderita kerugian. Akhirnya, mereka menyadari arti dan pentingnya perdamaian. Oleh karena itu, negara-negara yang semula terlibat perang, kemudian mempersiapkan pembentukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pada tanggal 14 Agustus 1941, pada saat perang masih berkecamuk, Presiden Franklin Delano Roosevelt (Amerika Serikat) dan Perdana Menteri Winston Churchill (lnggris) mengadakan perundingan. Pada perundingan itu telah ditandatangani suatu piagam yang disebut Atlantic Charter (Piagam Atlantik). lsi piagam Atlantik semuanya ada delapan pasal, namun yang terpenting adalah:

  1. Kedua negara tidak akan memperluas teritorial (daerah jajahan),
  2. Menghormati hak seluruh bangsa untuk menentukan nasib sendiri;
  3. Membina kerja sama dalam bidang ekonomi untuk membebaskan umat manusia dari kemiskinan;
  4. Membina perdamaian untuk menjamin keamanan bagi semua bangsa.

Selanjutnya, pada tanggal 1 Januari 1942, 26 negara berkumpul di Washington (AS) untuk menyetujui isi Piagam Atlantik dan menandatangani Deklarasi Bangsa-Bangsa Bersatu. Pada tanggal 21 Agustus 1944, para utusan (delegasi) dari 39 negara mengikuti konferensi di Washington (AS) untuk menyusun Piagam PBB. Pada tanggal 26 Juni 1945, 50 negara mengikuti Konferensi Internasional di San Francisco (AS). Hasilnya, negara-negara peserta konferensi menyetujui Piagam PBB. Isi Piagam PBB, antara lain sebagai berikut:

  1. Mengakui hak segala bangsa untuk menetapkan sendiri bentuk dan corak negaranya;
  2. Mengusahakan tercapainya tingkat hidup, kemakmuran ekonomi dan keamanan sosial yang lebih baik; dan
  3. Mengusahakan tercapainya perdamaian dunia dan memberi kesempatan untuk hidup bebas dari rasa takut.
Gambar Logo PBB pertama di dunia
Logo PBB

Piagam PBB itu, kemudian disahkan oleh Dewan Keamanan pada tanggal 24 Oktober 1945. Hari itu sampai sekarang diperingati sebagai hari lahir PBB. Setiap tanggal 24 Oktober, hampir setiap negara di dunia memperingati hari ulang tahun PBB.

Pada saat didirikannya (tahun 1945), anggota PBB baru mencapai 51 negara. Pada awal tahun 1979, anggotanya telah menjadi 151 negara. Mulai awal tahun 1993, anggotanya telah menjadi 180 negara. Tambahan negara sebanyak itu, setelah Uni Soviet dan Yugoslavia terpecah-pecah, Cekoslowakia terbagi menjadi dua negara.

Indonesia Menjadi Anggota PBB

Dalam Pembukaan UUD 1945, alinea keempat, disebutkan bahwa “Indonesia…ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial…” Sejalan dengan itu, Indonesia ikut aktif dalam badan dunia. Hal ini dipertegas lagi dengan adanya Ketetapan MPRS No. XII/MPRS/66 yang isinya, antara lain:

  1. Pasal 2 Ayat 1: sifat politik luar negeri bebas aktif anti-imperialisme dan kolonialisme dalam segala bentuk manifestasinya dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial;
  2. Pasal 3 Ayat 3: pembentukan satu persahabatan yang baik antara, Indonesia dan semua negara di dunia, terutama sekali dengan negara-negara Asia dan Afrika atas dasar kerja sama membentuk satu dunia baru yang bersih dari imperialisme dan kolonialisme untuk menuju kepada perdamaian dunia yang sempurna.

Jadi, jelaslah bahwa prinsip pokok yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 dan politik bebas aktif sejalan dengan prinsip-prinsip piagam PBB.

Indonesia mulai diterima menjadi anggota PBB pada tanggal 27 September 1950. Indonesia tercatat sebagai anggota yang, ke-60. Keesokan harinya, pada tanggal 28 September 1950, Sang Merah Putih mulai berkibar di Markas Besar PBB, di kota New York (AS).

Foto Markas besar PBB di New York pertama
Markas besar PBB di New York

Pada masa orde lama, 20 Juni 1965, Indonesia menyatakan keluar dari keanggotaan PBB. Kemudian masuk kembali secara resmi pada tanggal 28 September 1966, setelah masa pemerintahan orde baru yang diwakili oleh Menteri Luar Negeri Adam Malik.

Foto Merah Putih berkibar di markas besar PBB

Setelah itu, Indonesia ikut aktif dalam kegiatan-kegiatan badan dunia itu dengan mengirimkan pasukan perdamaian yang diberi nama “Garuda” ke berbagai negara. Pada tahun 1957, Indonesia mengirimkan pasukan Garuda I ke Timur Tengah untuk memelihara perdamaian di sana. Pada tahun 1960 dikirimkan pasukan Garuda II ke Kongo di Afrika. Disusul pula oleh pasukan-pasukan Garuda berikutnya sampai sekarang. Pada tahun 1994, Indonesia juga mengirimkan kontingen Garuda ke Bosnia. Masih banyak lagi kegiatan PBB lainnya yang diikuti oleh negara kita.

Setelah Indonesia merdeka, Belanda masih bercokol di Irian Barat. Dalam penyelesaian perselisihan tersebut, Indonesia mendapat bantuan PBB. Baru pada tanggal 1 Mei 1963, Belanda melalui UNTEA (badan yang dibentuk PBB), menyerahkan Irian Barat sepenuhnya kepada Indonesia. Sekarang Irian Barat bernama Irian Jaya/Papua.