Peninggalan-Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia

Sejarah6 Dilihat

Peninggalan-peninggalan sejarah Islam di Indonesia sangat beraneka ragam, karena ajaran Islam mencakup semua segi kehidupan. Peninggalan-peninggalan Islam yang ada sebagian besar merupakan hasil perpaduan kebudayaan Islam dengan kebudayaan setempat. Banyaknya bentuk perpaduan Islam dengan kebudayaan setempat, menurut para ahli antropologi sebagai tanda bahwa penyebaran Islam di Indonesia dengan cara damai, tanpa adanya upaya penghapusan kebudayaan yang telah ada. Kenyataan ini juga berlaku di negara-negara lain, seperti di Mesir dan Irak. Kedatangan Islam di negara-negara tersebut tidak menghilangkan peninggalan-peninggalan sebelumnya, bahkan berusaha melindungi dan merawatnya. Hal itu sangat berharga karena kita masih bisa menyaksikan karya besar manusia di masa lampau.

Peninggalan-peninggalan sejarah Islam di Indonesia, antara lain sebagaimana berikut ini.

1. Masjid

Peninggalan sejarah Islam di Indonesia yang berupa Masjid adalah seperti berikut ini.

Masjid Demak peninggalan Walisongo
Masjid Demak peninggalan Walisongo

a. Masjid Demak

Masjid ini merupakan satu-satunya peninggalan kerajaan Islam Demak. Masjid ini didirikan para wali pada masa pemerintahan Raden Patah. Bentuk atap bangunan masjid ini seperti meru. Contohnya wantilan di Bali dan joglo di Jawa. Meskipun masjid ini telah mengalami pemugaran tetapi tidak mengubah bentuk aslinya. Masjid ini terletak di tengah kota Demak sekarang, dan masih dalam keadaan utuh, sehingga masih digunakan sebagai tempat ibadah.

Masjid Indrapura di Aceh
Masjid Indrapura di Aceh

b. Masjid Indrapura Aceh

Masjid ini dibangun pada masa pemerintahan kerajaan Islam Aceh. Dilihat dari bentuk atapnya, seni arsiteknya merupakan hasil perpaduan kebudayaan Islam dengan kebudayaan Hindu di Sumatera.

Masjid yang dibangun Sunan Ampel
Masjid yang dibangun Sunan Ampel

c. Masjid Sunan Ampel

Masjid ini dibangun pada masa hidup Sunan Ampel, yang terletak di Ampeldhenta, Surabaya. Disinilah Sunan Ampel memberikan pendidikan agama kepada para santrinya.

Masjid Kudus yang menyerupai bangunan Hindu
Masjid Kudus yang menyerupai bangunan Hindu

d. Masjid Kudus

Masjid ini dibangun semasa hidup Sunan Kudus. Bangunan menara dan pagar masjid menyerupai bangunan Hindu. 

2. Keraton

Peninggalan sejarah Islam di Indonesia yang berupa keraton adalah sebagaimana berikut ini.

Bekas Gapura Keraton Banten
Bekas Gapura Keraton Banten

a. Keraton Kaibon (Banten)

Keraton ini merupakan peninggalan kerajaan Islam di Banten. Kerajaan Islam Banten didirikan oleh Faletehan setelah memisahkan diri dari Demak abad ke-16. Peninggalan ini masih dapat kita saksikan, karena masih dalam keadaan utuh.

Keraton Kasepuhan Cirebon
Keraton Kasepuhan Cirebon

b. Keraton Kasepuhan Cirebon

Keraton kasepuhan Cirebon ini merupakan peninggalan sejarah kerajaan Islam Cirebon. Kerajaan ini pecah menjadi dua, yaitu Kasepuhan dan Kanoman. Keraton Kasepuhan ini masih dapat dilihat, karena bangunannya masih berdiri tegar.

3. Makam

Peninggalan sejarah Islam yang berupa makam adalah sebagai berikut.

Makam Maulana Malik Ibrahim di Gresik
Makam Maulana Malik Ibrahim di Gresik

a. Makam Maulana Malik Ibrahim di Gresik

Maulana Malik Ibrahim adalah wali pertama di jawa dan berasal dari negera asing. Ada beberapa pendapat mengenai asal mula Maulana Malik Ibrahim. Ada yang berpendapat dari Persia, sehingga mendapat sebutan “Maulana Magribi” yang berarti “ulama dari Barat”. Pendapat lain menyebutkan bahwa Maulana Malik Ibrahim berasal dari daerah Magribi Maroko, Afrika Utara. Makam Maulana Malik Ibrahim yang berciri khas Islam ini berpahatkan huruf arab dapat dijumpai di daerag Gresik, Jawa Timur.

Gerbang Makam Sunan Bayat di Klaten
Gerbang Makam Sunan Bayat di Klaten

b. Makam Sunan Bayat di Klaten

Bentuk gapura Sunan Bayat seperti bangunan candi Hindu, sehingga oleh masyarakat disebut Candi Bentar. Dari bangunan ini dapat kita simpulkan bahwa kebudayaan Islam banyak berpadu dengan kebudayaan pra-Islam.

Batu nisan Makam Raja-raja Islam
Batu nisan Makam Raja-raja Islam

c. Nisan pada Kuburan Raja Islam

Batu nisan ini memberikan petunjuk bahwa raja-raja Nusantara memeluk agama Islam sejak awal berkembangnya Islam di Indonesia.

4. Peninggalan-Peninggalan Lain

Peninggalan lain yang merupakan peninggalan sejarah Islam adalah seperti berikut ini.

Benteng pertahanan Kerajaan Banten
Benteng pertahanan Kerajaan Banten

a. Benteng

Benteng ini dibangun pada masa pemerintahan kerajaan Islam di Banten yang merupakan bagian pertahanan dalam menghadapi serangan musuh.

Meriam Ki Amuk Kerajaan Banten
Meriam Ki Amuk Kerajaan Banten

b. Meriam

Meriam Ki Amuk merupakan senjata andalan Banten yang telah beberapa kali dipergunakan dalam pertempuran melawan musuh. Menurut beberapa sumber sejarah, meriam ini dibuat oleh Kerajaan Banten sendiri dengan mendatangkan beberapa ahli dari Turki.

5. Kesusastraan

Hasil kesusastraan peninggalan sejarah Islam berisi ajaran khusus seperti tasawuf atau budi pekerti yang baik, maupun filsafat kemasyarakatan. Kesusastraan ini juga ditulis dalam beberapa bentuk. Bentuk kesusastraan tersebut seperti berikut ini.

a. Suluk

Suluk adalah kitab-kitab yang berisi ajaran tasawuf. Beberapa suluk yang terkenal antara lain Suluk Sukarsa, Suluk Wujil, dan Suluk Malang Sumirang.

b. Syair

Beberapa karya sastra syair peninggalan sejarah Islam Indonesia karya Hamzah Fansuri antara lain syair Perahu dan syair Si Burung Pingai.

c. Hikayat

Beberapa hikayat peninggalan sejarah islam Indonesia, adalah.

  1. Hikayat Amir Hamzah
  2. Hikayat Bayan Budiman
  3. Hikayat Bakhtiar
  4. Hikayat Raja-Raja Pasai
  5. Hikayat Jauhar Manikam, dan 
  6. Hikayat Hang Tuah

d. Babad

Babad merupakan cerita sejarah yang biasanya lebih bersifat cerita daripada nilai sejarahnya. Karya-karya babad peninggalan sejarah Islam antara lain.

  1. Sejarah Negeri Kedah
  2. Sejarah Melayu (Sulawat Usalatin)
  3. Babad Tanah Jawi
  4. Babad Gianti
  5. Babad Banten, dan 
  6. Sejarah Raja-Raja Riau

e. Kitab Ajaran Budi Pekerti

Kitab-kitab ajaran budi pekerti antara lain Nitisruti, Nitisastra, dan Astabrata.