Konferensi Asia-Afrika : Latar Belakang dan Hasil KAA I

Sejarah43 Dilihat

berkasilmu.com – Lima negara sponsor, yaitu Pakistan, India, Srilanka, Burma (Myanmar), dan Indonesia mengadakan konferensi di Colombo, tanggal 28 April sampai 2 Mei 1954.

Konferensi itu bertujuan membahas masalah Vietnam, sebagai persiapan untuk menghadapi Konferensi Jeneva. Dalam kesempatan itu juga dibicarakan akan diselenggarakannya Konferensi Asia Afrika (KAA) untuk membahas kepentingan bersama.

Perundingan lima negara sponsor dilanjutkan lagi di Bogor pada tanggal 28-29 Desember 1954 yang dikenal dengan Konferensi Pancanegara. Rumusan-rumusan masalah dalam Konferensi Pancanegara adalah sebagai berikut.

  1. Memajukan kerja sama, kepentingan, dan persahabatan antarbangsa Asia-Afrika.
  2. Mempertimbangkan masalah sosial, ekonomi, dan kebudayaan, serta hubungan negara yang terwakili.
  3. Mempertimbangkan masalah kepentingan khusus bangsa Asia Afrika seperti kedaulatan nasional, rasialisme, dan kolonialisme.
  4. Meninjau kedudukan rakyat Asia-Afrika khususnya dan dunia umumnya dewasa ini serta sumbangan yang dapat mereka berikan untuk memajukan perdamaian dunia.

a. Hasil Konferensi Bogor

Hasil Konferensi Bogor adalah sebagai berikut.

  1. Akan menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika I di Bandung tanggal 18 -24 April 1955.
  2. Mengundang 30 negara Asia-Afrika sebagai peserta konferensi.
  3. Menetapkan rancangan agenda acara konferensi serta merumuskan pokok-pokok tujuan konferensi.

Konferensi Asia Afrika I di Bandung tanggal 18-25 April 1955 

Negara-negara yang hadir dalam KAA I ada 29 negara, yaitu sebagai berikut.

  1. Lima (5) negara sponsor (Pakistan, India, Burma, Srilanka, dan Indonesia).
  2. Delapan (8) negara Arab (Irak, Arab Saudi, Syria, Yordania, Libia, Yaman, Libanon, dan Mesir).
  3. Empat (4) negara Afrika (Ethiopia, Ghana, Liberia, dan Sudan).
  4. Dua belas (12) negara Asia (Afganistan, Kamboja, RRC, Iran, Jepang, Laos, Nepal, Filipina, Thailand, Turki, Vietnam Utara, dan Vietnam Selatan).

Keterangan:

Mesir dan Libia secara geografis terletak di Benua Afrika, namun secara kultur adalah termasuk negara Arab.

b. Latar Belakang

Latar Belakang diselenggarakannya Konferensi Asia Afrika adalah sebagai berikut.

1) Kedua benua saling berdekatan letaknya, dan saling melengkapi di dalam banyak hal. Secara geografis, kedua benua menjadi satu kesatuan.

2) Kedua benua mempunyai pokok-pokok persamaan yang kuat. Dalam bidang kebudayaan kedua benua dipertalikan oleh adanya hubungan keturunan, agama, dasar-dasar falsafah/ budi pekerti, dan budi bahasa orang timur.

3) Kedua benua memiliki persamaan nasib sebagai korban penjajahan bangsa barat.

4) Setelah bangsa Asia Afrika merdeka, banyak masalah penting timbul dan harus diatasi bersama, misalnya masalah pembangunan di bidang ekonomi, sosial, pendidikan, dan kebudayaan.

KAA I berlangsung di bawah pimpinan Perdana Menteri Ali Sastroamijoyo. Dalam konferensi itu jiwa Asia-Afrika menolak kolonialisme dalam segala bentuk, mempertahankan hak-hak manusia sebagai dasar umum bagi semua bangsa untuk mempertahankan prinsip menentukan nasib sendiri.

Semangat yang berkobar-kobar untuk memperjuangkan kebebasan dan kemerdekaan bagi bangsa yang masih terjajah, sehingga martabat bangsa Asia Afrika dapat sejajar dengan bangsa lain di dunia. Semangat itu dikenal dengan Semangat Bandung.

Pelajari juga: Sejarah Konferensi Asia-Afrika dan Pelaksanaannya

c. Hasil Konferensi

1) Kerja Sama Ekonomi

a) Atas dasar saling menguntungkan dan saling pengertian serta menghormati kedaulatan masing-masing.

b) Saling memberikan bantuan teknik berupa tenaga ahli, fasilitas latihan, proyek percontohan, dan pendirian lembaga riset serta latihan.

c) Segera dibentuk badan khusus PBB untuk pembangunan ekonomi, dan pengalokasian dana yang lebih besar dari Bank Internasional untuk pembangunan negara-negara Asia Afrika.

d) Perlunya pemantapan perdagangan komoditas di kawasan Asia Afrika. 

2) Kerja Sama Kebudayaan

a) Menumbuhkan saling pengertian dalam membangun kerja sama bidang kebudayaan.

b) Pertukaran informasi mengenai kebudayaan masing-masing yang saling menguntungkan.

d. Hak-Hak Asasi Manusia.

1) Mendukung sepenuhnya terhadap prinsip dasar hak asasi seperti tercantum dalam Universal Declaration of Human Rights.

2) Mengecam kebijakan dan praktek pemisaham dan diskriminasi rasial serta bertekad, menghapusnya.

e. Masalah Rakyat Terjajah

1) Kolonialisme dalam segala bentuknya merupakan tindak kejahatan yang harus diakhiri.

2) Penaklukan bangsa, dominasi, dan eksploitasi merupakan pelanggaran hak asasi manusia.

3) Mendukung perjuangan dan kemerdekaan rakyat yang masih terjajah, seperti Aljazair, Maroko, dan Tunisia untuk menentukan nasib sendiri. 

f. Masalah-Masalah Lain

1) Mendukung penuh hak rakyat Palestina atas tanah airnya dan menyerukan penyelesaian damai.

2) Mendukung posisi Indonesia dalam masalah Irian Barat.

3) Mendukung negara Yaman dalam masalah Aden.

Pelajari juga: Sejarah Politik Luar Negeri Bebas Aktif Masa Demokrasi Liberal

g. Memajukan Perdamaian dan Kerja Sama Internasional

1) Menyokong masuknya beberapa negara yang memenuhi syarat untuk menjadi anggota PBB, seperti Jepang, Kamboja, Libia, Nepal, Srilanka, Vietnam, dan Yordania.

2) Mengimbau semua pihak untuk membatasi, mengontrol, dan mengurangi persenjataan.

h. Dasasila Bandung yang Merupakan Hasil KAA I

1) Menghormati hak dasar manusia sebagai tercantum dalam piagam PBB.

2) Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua negara.

3) Mengakui persamaan semua bangsa, besar maupun kecil.

4) Tidak melakukan intervensi masalah dalam negeri negara lain.

5) Menghormati hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri sendiri secara sendirian atau secara kolektif sesuai dengan piagam PBB.

6) Tidak melakukan tekanan terhadap negara lain.

7) Tidak melakukan tindakan atau ancaman agresi terhadap keutuhan wilayah dan keamanan negara lain.

8) Menyelesaikan segala perselisihan internasional dengan jalan damai seperti perundingan, persetujuan, arbitrase, atau penjelasan hakim, ataupun cara damai yang lain menurut pilihan pihak yang bersangkutan sesuai dengan piagam PBB.

9) Mengajukan kepentingan bersama dan kerja sama.

10) Menghormati hukum dan kewajiban internasional.

Dengan berakhirnya KAA, banyak negara Asia Afrika yang belum merdeka atau masih di bawah pengawasan kaum imperialis mulai memperjuangkan nasibnya untuk mencapai kemerdekaan dan kedudukan sebagai negara yang berdaulat penuh.

KAA berpengaruh besar terhadap dunia internasional, bahkan turut mendukung lahirnya organisasi Gerakan Nonblok. Dengan kata lain KAA sangat besar pengaruhnya dalam usaha menciptakan perdamaian dunia yang kekal dan abadi.