Jalur Perdagangan Laut antara Asia Barat, Asia Tenggara, dan Asia Timur

Sejarah7 Dilihat

Beberapa kota dagang yang ramai dikunjungi pada masa itu adalah Cambay, Malaka, dan Kanton. Cambay merupakan kota pelabuhan besar yang berada di India. Di kota ini hidup para pedagang yang tangguh dan ulet dari bangsa Gujarat. Mereka amat berperan dalam penyebaran agama Islam di Nusantara. 

peta-rute-perdagangan-kuno-melalui-jalur-laut-asia
Peta rute perdagangan kuno melalui jalur laut asia

Malaka dikenal sebagai kota dagang yang banyak memamerkan barang-barang dari negeri di sebelah barat atau timur wilayahnya. Malaka muncul sebagai kota dagang utama di Asia Tenggara setelah mundurnya Kerajaan Sriwijaya dan Samudera Pasai. Semula Malaka hanya dijadikan sebagai tempat peristirahatan kapal-kapal. Namun, lambat laun Malaka berubah menjadi kota pusat perdagangan. Hal ini disebabkan letak Malaka yang strategis, yaitu pintu gerbang yang menghubungkan Samudera Indonesia dan Samudera Pasifik. Kemajuan Malaka akhirnya surut setelah bangsa Portugis datang. Pada tahun 1511 bangsa Portugis menaklukkan Malaka di bawah pimpinan Alfonso d’Albuquerque. 

Sebaliknya, Kanton sejak dulu telah berperan sebagai daerah yang menghubungkan para pedagang dari Asia Tenggara ke Asia Timur. Dalam catatan sejarah Cina diceritakan, bahwa hubungan antara kerajaan-kerajaan di Nusantara dan negeri Cina berlangsung amat baik. 

Sejarawan Inggris O.W. Wolters telah menerangkan hubungan kerja sama Sriwijaya dengan Cina. Menurutnya, demi kepentingan perdagangan, Sriwijaya tidak berkeberatan mengakui Cina sebagai negeri yang pantas menerima upeti. Namun, hal ini hanya sekadar taktik agar Sriwijaya mendapat perlakuan istimewa dalam kegiatan perdagangan di Kanton.

tokoh-portugis-alfonso-d'albuquerque
Alfonso d'Albuquerque

Barang-barang dagangan utama yang diperjualbelikan di kota-kota itu di antaranya adalah sebagai berikut:

1. getah pohon untuk wewangian, tekstil, batu karang, mutiara, emas, alat hias dari kaca berwarna, batu permata (Asia Barat);

2. kerajinan ukir-ukiran, kain tenun halus, kerajinan dari gading gajah, arca (Asia Selatan);

3. rempah-rempah, kapur barus, beras, kemenyan, kayu cendana, kayu gaharu (Asia Tenggara);

4. sutera, keramik, porselen, batu giok (Asia Timur).

Peranan Pusat-pusat Perdagangan di Sekitar Laut Tengah

Laut Tengah merupakan wilayah Iaut yang berada di dekat Eropa bagian selatan Asia Barat, dan Afrika Utara. Sejak dulu wilayah ini selalu ramai dengan kegiatan pelayaran dan perdagangan. Oleh karena itu, wilayah ini seringkali dijadikan arena perebutan bagi bangsa yang berambisi menguasainya. Negara yang sejak semula berperan dalam kegiatan perdagangan dan pelayaran di sekitar Laut Tengah ialah Yunani dan Romawi. Yunani maju dalam bidang perdagangan karena kondisi geografisnya memungkinkan untuk berperan. Tampilnya Iskandar Zulkarnaen semakin mengangkat Yunani menjadi negara yang maju. Apalagi setelah ia berhasil membangun kota Iskandariah. 

jalur-lalu-lintas-perdagangan-di-sekitar-laut-tengah-abad-ke-15
Peta lalu lintas perdagangan di sekitar Laut Tengah pada abad ke-15 

Kerajaan Romawi memperoloh kemajuan perdagangan setelah berhasil menumbangkan kekuasaan Kanago di Afrika Utara. Kemajuan itu lebih terlihat saat Romawi dipimpin Kaisar Oktavianus Augustus dan Konstantin Agung. Konstantin Agung memindahkan ibu kota Byzantium ke wilayah dekat pantai Selat Bosporus yang diberi nama Konstantinopel. 

Pada sekitar abad ke-15 kota-kota dagang yang sangat berperan di sekitar Laut Tengah, yaitu Venesia, Genoa, Konstantinopel, Iskandariah, dan Allepo. Kapal-kapal dagang dari berbagai negara banyak berdatangan ke kota-kota ini. Barang dagangan utama yang diperjualbelikan meliputi rempah-rempah, sutera, kain tenun, barang pecah belah, barang-barang kerajinan, peralatan kapal, dan sebagainya.

Kota-kota dagang di sekitar Laut Tengah amat berperan dalam peningkatan perdagangan. Konstantinopel yang terletak di tepi pantai Laut Marmora di dekat Selat Bosporus merupakan kota transit rempah-rempah pertama di sekitar Laut Tengah yang mengenal barang-barang antar Eropa-Asia. Iskandariah yang berada di Mesir terkenal sebagai kota transit rempah-rempah kedua di Laut Tengah. Venesia dan Genoa adalah dua kota dagang yang terletak di pantai Laut Adriatik dan Laut Liguria. Kedua kota tersebut berperan sebagai tempat berlabuh kapal-kapal dari Eropa yang akan berlayar ke Konstantinopel atau ke Iskandariah untuk membeli rempah-rempah. Sebaliknya, Allepo sebagai sebuah kota dagang yang terletak di Syria berfungsi sebagai persinggahan sementara bagi pedagang-pedagang Asia yang akan menuju Konstantinopel. 

Hubungan perdagangan antara negeri-negeri di Asia dan Eropa timbul berkat adanya peranan para pedagang dari bangsa Gujarat, Arab, dan Persia. Sejak dahulu orang-orang dari bangsa ini terkenal sebagai orang-orang yang suka berdagang. Keinginan untuk maju dalam bidang perdagangan membuat mereka tidak segan-segan untuk bertualang dari satu wilayah ke wilayah lain, atau bahkan dari satu negeri ke negeri lain. Mereka membawa bermacam-macam barang komoditi, terutama rempah-rempah yang diambil dari India. Mereka memperdagangkannya di kota Konstantinopel, Allepo, dan Iskandariah. 

Bangsa lain yang berperan dalam bidang perdagangan di Laut Tengah ialah bangsa Funisia dan Mesir. Bangsa Funisia terkenal sebagai bangsa bahari yang ulung. Mereka mampu melaksanakan pelayaran sampai ke Inggris bagian selatan melalui koloninya di Kartago. Kota Tyrus dan Sidon di Kartago adalah bandar-bandar penting di pantai timur Laut Tengah. Sebaliknya, bangsa Mesir dikenal sebagai bangsa yang aktif dalam perantaraan barang. Mereka menyampaikan barang-barang dagangan dari Laut Merah ke Iskandariah dengan menyusuri Sungai Nil. Baca juga:Sejarah Pelayaran dan Perdagangan Nusantara pada Masa KunoSejarah Lengkap Peradaban Romawi KunoSejarah Lengkap Peradaban Yunani Kuno