Kata Mesopotamia berasal dari bahasa Yunani mesos yang bermakna tengah dan Patomos yang artinya sungai. Jadi, Mesopotamia berarti daerah di antara dua aliran sungai besar. Seperti terlihat pada peta, wilayah Mesopotamia diapit Sungai Eufrat dan Sungai Tigris. Daerah ini merupakan dataran dikelilingi padang rumput kering dan gersang, hampir seperti gurun. Daerah Mesopotamia disebut tempat lahir peradaban.
Jika dibandingkan dengan daerah-daerah lain di kawasan Timur Tengah, wilayah Mesopotamia termasuk daerah yang subur. Wilayah ini merupakan bagian dari The Fertille Crescent (tanah bulan sabit yang subur). Daerah yang membentuk bulan sabit mencakup daerah Mesopotamia (Irak) dan daerah Levant yang terdiri atas Syria, Libanon, Israel, dan Palestina.

Sejak dahulu kawasan Mesopotamia telah menjadi ajang perebutan berbagai bangsa di sekitarnya. Hanya bangsa yang kuat yang dapat menguasai dan tinggal di wilayah itu. Bangsa-bangsa yang pernah menguasai Mesopotamia, yaitu Sumeria (3000 SM), Akkadia (2260 SM), Guti (2150 SM), Amoria (2000 SM), Hittit (1700 SM), Asyria (740 SM), Khaldea (612 SM), dan Persia (550 SM).
1. Sumeria
Bangsa Sumeria menduduki Mesopotamia kira-kira tahun 3000 SM. Mereka telah dapat mengembangkan kota-kota. Kota Ur adalah kota utama yang kemudian menjadi ibukota Sumeria. Kota-kota terkenal lainnya adalah Larsa, Lagasy, Kish, dan Erekh.
Bangsa Sumeria banyak meninggalkan hasil kebudayaan yang bermakna. Hasil kebudayaan yang terpenting antara lain sebagai berikut.
a. Tulisan paku
Tulisan ini tertera di atas lempengan tanah liat yang dibakar dan dikeringkan. Tulisan paku telah diterjemahkan oleh Sir Henry Rawlinson, seorang sarjana Inggris. Isi tulisan ini berupa surat dagang, kalender pertanian, resep obat, dan peraturan atau hukum.

b. Epos Gilgamesh
Epos Gilgamesh merupakan kisah kepahlawanan Raja Gilgamesh yang mencari pohon kehidupan di dasar laut agar hidupnya abadi. Cerita tentang kepahlawanan Raja Gilgamesh ini sangat populer.
c. Satuan hitungan Sixagesimal
Bangsa Sumeria dikenal sebagai bangsa yang memahami ilmu hitung. Satuan hitungan mereka berdasarkan sistem enam-an atau perenampuluhan (sixagesimal). Mereka telah dapat mengukur satu lingkaran dalam 360 derajat, satu jam 60 menit, dan satu menit menjadi 60 detik.
d. Ziggurat merupakan menara-menara kuil yang berfungsi melengkapi kota-kota di Sumeria. Bangunan ini dibuat dari batu bata yang tinggi bahkan ada yang ketinggiannya mencapai enam tingkat. Ziggurat digunakan sebagai tempat peribadatan untuk memuja para dewa. Dewa-dewa yang utama bagi mereka ialah Dewa Anu (Dewa Uruk) sebagai dewa langit, Dewa Ea (Dewa Eridu) sebagai dewa air, dan Dewa Enlil (Dewa Nippur) sebagai dewa bumi. Di antara ketiga dewa itu, Dewa Enlil merupakan dewa yang paling berkuasa.

e. Bangsa Sumeria telah mengenal ilmu perbintangan (astronomi), membuat peta, dan ilmu bedah.
f. Bangsa Sumeria terampil membuat barang-barang dari logam dan tembaga, seperti, cermin, tongkat, kapak, dan lain-lain.
2. Akkadia
Pada tahun 2260 SM Raja Akkadia, Sargon Agung berhasil menaklukkan bangsa Sumeria. Ia dapat membawa bangsa Akkadia menjadi bangsa yang kuat dan jaya. Daerah kekuasaannya diperluas sampai ke Levant. Bangsa Elam di Iran Selatan ditundukkannya pula. Raja Sargon Agung menetapkan kota Agade sebagai ibukota Kerajaan Akkadia. Bahkan bangsa Akkadia meneruskan kebudayaan bangsa Sumeria.
Bangsa Akkadia tidak pernah berusaha mengusir bangsa Sumeria. Mereka malahan bercampur dan bekerja sama dengan penduduk yang ditaklukkannya untuk membangun kejayaan dan kemegahan.
Bangsa Akkadia sempat diruntuhkan bangsa Guti. Namun, berkat kerja sama dengan bangsa Sumeria, bangsa Akkadia berhasil mengusir bangsa Guti. Kerajaan baru hasil perpaduan Sumeria-Akkadia muncul di tahun 2150 SM dan dipimpin Raja Ur Nammu. Pada masa itu, ibukota kerajaan dipindahkan ke kota Ur.
“Dalam masyarakat diketahui cerita-cerita yang sebelumnya telah dikenakan bangsa Sumeria. Cerita tersebut, misalnya Adopa, Etana, dan Gilgamesh.”
3. Amoria (Babilonia Lama)
Pada tahun 2000 SM Kerajaan Sumeria-Akkadia ditumbangkan bangsa Amoria dari rumpun Semith. Mereka kemudian membentuk negara baru yang dinamakan Babilonia dengan ibukotanya Babilon. Raja yang terkenal dari Kerajaan Babilonia ialah Hammurabi.
Selama masa pemerintahannya, Hammurabi mengeluarkan hukum tertulis yang disebut Undang-undang Hammurabi. Undang-undang itu ditulis pada sebuah tugu batu yang memuat 280 pasal dan dipasang di tengah kota. Tujuannya agar rakyat dapat melihat dan mematuhi aturan tersebut. Undang-undang Hammurabi dianggap sebagai hukum tertulis pertama di dunia. Undang-undang ini ditulis berdasar asas pembalasan. Keadilan dianggap tercapai apabila setiap perbuatan mendapat balasan yang setimpal. Hukum ini dianggap keras, tetapi Raja Hammurabi tetap dihormati sebagai pelindung rakyat yang dapat menegakkan keadilan.
“Bagaimanakah dampak positif dan negatif apabila di negara kita diberlakukan hukum yang keras?”
Kepercayaan bangsa Amoria bersifat politeisme. Dewa tertingginya ialah Dewa Marduk yang juga dipuja oleh bangsa Kassit, Asyria, Khaldea, Persia, dan Macedonia. Selain itu, bangsa Amoria juga telah mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mereka mengenal astronomi dan berhasil mengelompokkan jenis tumbuhan dan hewan. Mereka telah mengenal satuan ukur panjang, tinggi, berat, luas, dan isi.
Pada tahun 1670 SM, bangsa Amoria tenggelam setelah mendapat serbuan dari bangsa Kassit, Mitanni, Hittit, dan Mesir. Di antara bangsa-bangsa penakluk itu, bangsa Hittit merupakan bangsa terkuat. Merekalah yang kemudian menguasai Mesopotamia.
4. Asyria
Bangsa Hittit berkuasa di Mesopotamia hingga tahun 1200 SM sebelum akhirnya runtuh diserbu bangsa Hurria (Armenia), Phrygia, dan Lydia. Runtuhnya bangsa Hittit menyebabkan timbulnya kekosongan kekuasaan di Mesopotamia sampai abad ke-8
sebelum masehi. Hal ini disebabkan bangsa-bangsa penakluk itu berkembang sendiri-sendiri. Di antara mereka tidak ada satu pun yang berhasil menguasai keseluruhan wilayah Mesopotamia.
“Bagaimanakah ciri sebuah negara dalam keadaan kosong kekuasaan (vacuum of power)?”
Pada tahun 740 SM muncul bangsa Asyria di Mesopotamia Hulu. Bangsa Asyria tumbuh dengan kuat berkat pengembangan bidang militer (militerisme). Oleh karena itu ,Asyria menjadi bangsa yang amat suka berperang dan meluaskan kekuasaan. Wilayah kekuasaan yang diperolehnya meliputi Mesopotamia, Levant, Iran Utara, Asia Kecil, dan Mesir.
Raja Asyria pertama ialah Tiglat Pilesar. Ia membangun kota Niniveh sebagai ibukota kerajaan. Peradaban Mesopotamia berkembang pesat pada masa kekuasaan Raja Assurbanipal (668-626 SM). Beberapa hasil kebudayaan yang ditinggalkan, yaitu: a. penggunaan bahasa Aramea dalam bidang pemerintahan dan sastra;
- hasil sastra yang dikumpulkan dan ditulis dengan huruf paku;
- berkembangnya seni bangunan, seperti pembuatan tiang-tiang bulat, tangga-tangga, pintu gerbang, patung lembu bersayap berkepala manusia berjanggut;
- pendirian perpustakaan dengan buku-buku yang dibuat dari ubin-ubin tanah liat bertuliskan huruf paku; serta
- berkembangnya astrologi (kemahiran meramal nasib dan kejadian-kejadian di dunia).
Dengan kekuasaan yang begitu luas, bangsa Asyria mempunyai banyak lawan. Pada tahun 612 SM kota Niniveh diserbu dan dibakar oleh bangsa Khaldea, Media, Mesir, dan Lydia.
5. Khaldea (Babilonia Baru)
Kerajaan Babilonia muncul kembali di Mesopotamia. Di antara bangsa-bangsa yang pernah menghancurkan Asyria, bangsa Khaldea menjadi yang terkuat dan terbesar di Babilonia baru. Bangsa Khaldea merupakan keturunan campuran dari bangsa Sumeria Akkadia, Amoria, Mitanni, Kassit, dan Aramea.
Babilonia baru mencapai puncak kejayaan dibawah kekuasaan Raja Nebukadnezar (604-561 SM). Raja ini menyukai keindahan. Ia membangun Taman Bergantung (The Hanging Garden) yang kemudian terkenal sebagai salah satu keajaiban dunia.Taman ini dibangun di atas atap gedung-gedung istana yang bertingkat. Pohon-pohonan, rumput, dan bunga-bungaan menghiasi atap gedung-gedung istana. Jika dilihat dari bawah akan tampak sebuah taman yang bergantung.
Sepeninggal Nebukadnezar, Babilonia baru mengalami kemunduran. Pada akhirnya bangsa ini menjadi bulan-bulanan serangan bangsa Media dan Persia.
6. Persia
Semula yang berkuasa atas Mesopotamia adalah bangsa Media. Namun, di bawah pimpinan Raja Cyrus, Persia memberontak dan berhasil menaklukkan Astiages, Raja Media. Peristiwa ini terjadi pada tahun 550 SM.
Sistem pemerintahan bangsa Persia merupakan contoh yang baik sebuah negara pada masanya. Negara yang beribukota di Susa ini terbagi ke dalam 20 provinsi. Masing-masing Provinsi diperintah oleh seorang satrap (gubernur). Bangsa-bangsa yang telah ditaklukkan diberi kekebasan. Penarikan pajak diberlakukan kepada semua lapisan penduduk.
Bangsa Persia menganut kepercayaan Zaroastrianisme. Ajaran ini dibawa oleh Zarathustra. Masyarakat mempercayai bahwa di dunia ini ada dua kekuatan. Ahuramazda atau Ormuz sebagai dewa kebaikan, (dewa terang) dan Ahriman atau Angro Mainyu sebagai dewa kejahatan (dewa kegelapan). Manusia harus mengikuti Ahuramazda agar mendapat kemenangan dan kebahagiaan. Petunjuk hidup ke arah itu dituangkan dalam kitab suci Avesta.
Tuhan telah memberikan dua jalan kehidupan bagi manusia, yaitu jalan kebaikan dan keburukan (haq dan batil). Manusia memiliki kebebasan untuk memilihnya. Namun, manusia niscaya harus mempertanggungjawabkan setiap pilihannya itu di kelak kemudian hari.
Kerajaan Persia mencapai puncak kejayaan di bawah kekuasaan Raja Darius Agung (521-485 SM). Pada pemerintahannya, kekuasaan Persia meliputi wilayah-wilayah, seperti Mesopotamia, Lembah Sungai Indus, Asia Kecil, Mesir, dan Ethiopia. Persia mengalami keruntuhan pada masa Raja Darius III. Dalam suatu peperangan, ia dikalah oleh Raja Macedonia, Alexander ”The Great” yang biasa disebut Iskandar Zulkarnaen. Kekalahan tersebut terjadi dalam peperangan di sekitar Dardanela, daerah Tigris Hulu.
Baca juga artikel peradaban tertua di dunia lainnya pada tautan di bawah ini:





