Sejarah Perang Kemerdekaan Amerika

Sejarah4 Dilihat

Sebab Umum

Sebab umum terjadinya perang Kemerdekaan Amerika adalah sebagai berikut ini.

1. Kekolotan Pemerintah Inggris dan Larangan Beragama

Pendiri negara Amerika adalah orang pelarian kulit putih yang tidak tahan hidup akibat ditekan oleh Inggris. Pemerintah Inggris melarang agama yang mereka anut. Keadaan politik yang kolot di Inggis juga menjadi penyebabnya. Padahal masyarakat Amerika sangat menghargai kebebasan dan kemerdekaan. Kelompok yang terkenal adalah The Pilgrimfathers yang mendarat di Amerika pada tahun 1602 dengan kapal Mayflower. Kemudian, The Pilgrimfathers membangun Massachusetts dan mendirikan negara Amerika. Orang Amerika sekarang menganggap bahwa The Pilgrimfathers sebagai pendiri Amerika dan nenek moyang mereka. Namun, pemerintah Inggris menganggap bahwa Amerika adalah tanah jajahannya.

Sejarah Perang Kemerdekaan Amerika

2. Monopoli Perdagangan Inggris Terhadap Amerika

Inggris memonopoli hasil bumi Amerika. Hasil bumi berupa tembakau, gula, kapas, dan semua hasil tambang harus dijual ke Inggris. Amerika hanya boleh membeli barang-barang kebutuhan dari hasil industri Inggris. Oleh karena itu Inggris dapat mempermainkan harga. Akibatnya, inggris mendapatkan tantangan yang sangat keras dari masyarakat Amerika yang menjunjung tinggi kebebasan.

3. Kebutuhan Biaya Perang Tujuh Tahun

Inggris membutuhkan biaya yang sangat besar untuk menutup kebutuhan perang tujuh tahun. Inggris menetapkan pajak yang tinggi pada masyarakat Amerika. Warga Amerika menolak dan hanya mau membayar jika diberi kursi perwakilan di parlemen. Raja Inggris George III memaksa masyarakat Amerika, sehingga menimbulkan ketegangan.

Sebab Khusus

Pada bulan Desember 1774, Inggris mendatangkan tiga kapal yang memuat teh untuk penduduk Amerika yang berlabuh di pelabuhan Boston. Rakyat Amerika diminta membayar pajak atas teh yang baru didatangkan tersebut. Hal ini mengejutkan rakyat Amerika dan dianggap sebagai ketetapan yang tidak masuk akal serta merupakan perbuatan yang sewenang-wenang. Orang-orang Amerika di Boston pada malam hari menyamar sebagai orang Indian dan melemparkan teh-teh tersebut ke dalam laut. Peristiwa ini dikenal dengan The Boston Tea Party (1774). Atas peristiwa ini inggris marah besar dan menyerang penduduk Boston. Penduduk Amerika di Boston pada umumnya mempertahankan diri hingga akhirnya pecah perang antara Inggris dan Amerika.

Jalannya Perang (1775-1783)

Rakyat Amerika dipimpin oleh George Washington menghadapi Inggris. Awalnya pertempuran meletus di Lexington, kemudian Boston da akhirnya meluas ke seluruh Amerika. Inggris mengalami kerepotan menghadapi perlawanan rakyat Amerika. Inggris kemudian meminta bantuan penduduk di daerah jajahan Kanada. Rakyat Kanada dengan tegas menolak membantu negara yang menjajahnya. Untuk itu, Inggris menyerang Kanada untuk memaksa agar mau membantu. Timbullah pertempuran antara rakyat Kanada melawan Inggris. Kesempatan ini digunakan oleh George Washington untuk menyusun kekuatan. Semula tujuan rakyat Amerika hanya menentang kekerasan dan penindasan yang dilakukan Inggris. Kemudian, dipertegas sebagai perang kemerdekaan. Maksud ini tampak jelas pada tulisan Thomas Paine tahun 1776 yang berjudul Common Sense. Akhirnya, terjadi beberapa hal seperti Proklamasi Kemerdekaan Amerika, pembentukan negara serikat, dan perjuangan diplomasi.

a. Proklamasi Kemerdekaan Amerika, 4 Juli 1776.

Pada tanggal 4 Juli 1776, rakyat Amerika menyatakan kemerdekaannya. Naskah proklamasi ini disusun oleh Thomas Jefferson dalam sebuah kongres di Philadelphia yang dihadiri 13 negera bagian. Naskah proklamasi ini menjadi sangat terkenal, karena didalamnya terkandung pernyataan hak-hak asasi manusia (human right). Hak-hak asasi manusia ini kemudian dimasukkan ke dalam UUD Amerika Serikat tahun 1788.

b. Pembentukan Negara Serikat (1777)

Kongres negara bagian tahun 1777 menyetujui adanya bentuk negara serikat, sehingga terbentuklah “The United States of Amerika (USA) atau Amerika Serikat.

c. Perjuangan Diplomasi (1778)

Inggris berusaha keras untuk membubarkan negara Amerika Serikat yang telah diproklamasikan ini. Perjuangan fisik masih berlangsung, sementara itu perjuangan diplomasi juga dilakukan. Perjuangan Diplomasi ini antara lain dengan mengirimkan Benyamin franklin ke Eropa. Perancis mengakui kemerdekaan Amerika dan bersedia membantu pasuka dibawah pimpinan Lafayete untuk melawan Inggris. Pada tahun 1779 Spanyol juga menyatakan perang terhadap Inggris, guna mendapatkan kembali Gibraltar dan Florida. Situasi semacam ini memperkuat kedudukan Amerika. Pada tahun 1783, Inggris terdesak oleh serangan Amerika yang dilakukan secara besar-besaran. Pasukan Inggris dibawah pimpinan Jenderal Cornwallis dengan 7.000 tentaranya menyerah kepada George Washington dan Lafayete dikota Yorktown. Perang ini diakhiri dengan perdamaian Paris (1783), yang isinya: Inggris mengakui kemerdekaan USA (Amerika Serikat). Pada awal kemerdekaan, wilayah Amerika Serikat hanya meliputi daerah bekas jajahan Inggris. Dalam perkembangan selanjutnya bertambahlah daerah-daerah yang meliputi:

  • Louisiana sebelah barat sungai Missisippi yang dibeli dari Perancis tahun 1803,
  • Florida dibeli dari Spanyol tahun 1819,
  • Texas yang semula republik merdeka kemudian diduduki dan direbut pada tahun 1845,
  • Oregon direbut dari Inggris pada tahun 1846,
  • California diambil dari meksiko pada tahun 1848,
  • Alaska dibeli dari Rusia pada tahun 1867.

Akhirnya, Amerika yang sejak berdiri hanya terdiri dari 13 negara bagian. Sekarang, menjadi 50 negara bagian. Jumlah negara bagian ini dilambangkan dalam bendera Amerika Serikat dengan 50 bintang dan 13 garis yang disebut The Star and Stripes.