Pengertian Adaptasi Morfologi

Biologi47 Dilihat

Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungannya agar tetap dapat melangsungkan hidupnya. Meskipun hewan dan tumbuhan tidak memiliki akal dan budi pekerti seperti manusia, tetapi secara alami hewan juga memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri (adaptasi) terhadap lingkungannya. Karena kemampuan beradaptasi itulah makhluk hidup dapat bertahan hidup dan terhindar dari kepunahan. Jadi tujuan makhluk hidup beradaptasi adalah untuk melestarikan jenisnya melalui penyesuaian diri terhadap lingkungannya. 

Adaptasi Morfologi adalah adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungannya berdasarkan bentuk luar tubuh dan bentuk luar alat-alat tubuhnya. Adaptasi morfologi merupakan cara adaptasi yang paling mudah diamati. Adanya perbedaan bentuk mulut serangga merupakan contoh adaptasi morfologi. 

Bagian mulut serangga berbeda bentuknya sesuai dengan jenis makanannya.

  • Kupu-kupu memiliki alat mulut penghisab yang disebut proboscis
  • Nyamuk memiliki alat mulut penusuk dan pengisap
  • Lipan dan belalang memiliki alat mulut penggigit
  • Kecoa memiliki alat mulut pengunyah dan penggigit
Bentuk-bentuk mulut pada serangga
Bentuk -bentuk mulut pada serangga

Tumbuhan juga mengalami adaptasi morfologi. Adaptasi morfologi pada tubuhan dapat melalui bentuk daun, batang, bunga dan bijinya. Bentuk dan ukuran daun pada tumbuhan sesuai dengan keadaan lingkungan atau habitatnya. Tumbuhan yang hidup di lingkungan darat yang kering disebut tumbuhan xerofit, memiliki ciri berdaun tebal, sempit dan berlapis lilin (kutikula). Contoh tumbuhan xerofit adalah kaktus dan kurma. Beberapa jenis kaktus bahkan ada yang tidak memiliki daun sama sekali. Ukuran daun yang sempit, tebal, dan berlapis lilin dapat menghemat pengeluaran air melalui penguapan lewat daun. Tumbuhan xerofit juga memiliki akar yang panjang, agar dapat menjangkau tempat-tempat yang jauh dalam penyerpan air.

Tumbuhan yang hidup pada tanah yang lembab atau basah disebut dengan tumbuhan higrofit. Ciri-cirinya berdaun lebar dan tipis, untuk mempercempat proses penguapan air melalui daun. Contohnya talas, dan beberapa macam tumbuhan paku.

Tumbuhan yang hidup dalam lingkungan air disebut hidrofit. Tumbuhan ini memiliki batang berongga untuk saluran udara. Contohnya, teratai enceng gondok, genjer, padi, dan Hidrilla. Baca juga :