Jenis-Jenis Manusia Purba di Indonesia dan Dunia Secara Lengkap

Sejarah46 Dilihat

Manusia merupakan salah satu di antara makhluk hidup ciptaan Tuhan. Yang membedakan manusia dengan makhluk-makhluk lainnya adalah bahwa manusia merupakan makhluk yang berbudaya sebagai akibat dari kegiatan berpikir melalui akalnya. Dalam mempelajari sejarah tentang manusia, kita harus melihat lagi kehidupan manusia yang hidup jutaan tahun yang lalu yang dikenal dengan manusia purba. Dengan demikian kita dapat membandingkan dengan kehidupan manusia sekarang. Awal kehidupan manusia itu sendiri cukup panjang dan menarik untuk dipelajari, serta hasilnya berupa pengetahuan yang cukup berharga bagi kehidupan kita sekarang.Pengertian Fosil Manusia sebagai makhluk yang diberi akal oleh Tuhan sekarang ini selalu ingin tahu tentang asal-usul dirinya. Dari rasa ingin tahu itu, manusia tertarik untuk mempelajari kehidupan manusia purba yang hidup pada masa lampau. 

Untuk mengetahui kehidupan manusia purba, para ilmuan berusaha mendapatkan petunjuk-petunjuk berupa peninggalan-peninggalan yang telah dihasilkan oleh manusia purba tersebut. Peninggalan manusia purba yang berhasil ditemukan para ahli berupa sisa-sisa dari tubuh manusia itu sendiri; seperti tulang-tulang, gigi-gigi, dan benda-benda karya manusia itu sendiri seperti kapak, mata lembing, dan sebagainya. Ilmu yang mempelajari tentang tulang-belulang binatang purba dan sisa-sisa tumbuhan yang telah membatu atau fosil disebut Palaeontologi, dan yang mempelajari benda-benda hasil karya manusia purba disebut Palaeoantropologi. Melalui penelitian terhadap sisa-sisa tumbuh-tumbuhan, hewan-hewan, dan manusia yang telah membatu yang disebut fosil ini dibuat suatu penafsiran tentang kehidupan manusia purba. Dari fosil yang ditemukan pada lapisan tanah tertentu dapat memberikan pengetahuan tentang kehidupan manusia purba pada masa lampau. Benda-benda yang ditemukan itu diteliti dengan cara stratigrafis, yaitu meneliti lapisan tanah tempat ditemukannya benda itu, dan tipologi yaitu mengelompokkan dan membandingkan antara satu benda dengan yang lainnya.  Berdasarkan lapisan tanah, para ahli geologi (ilmu tentang tanah) membagi zaman dimulainya kehidupan sebagai berikut:

Pembagian zaman prasejarah

Janis-jenis Manusia Purba di Indonesia

Berdasarkan penemuan fosil-fosil dapat dipastikan bahwa manusia purba pernah hidup di muka bumi. Di Indonesia sendiri banyak ditemukan fosil-fosil manusia purba yang hidup jutaan tahun yang lalu. Daerah-daerah tempat ditemukan fosil-fosil tersebut umumnya di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Adapun jenis-jenis manusia purba yang pernah hidup di Indonesia adalah: 

a. Meganthropus 

Jenis manusia purba Meganthropus dianggap yang paling tua dibandingkan dengan jenis manusia purba yang ditemukan berikutnya. Fosil makhluk ini ditemukan oleh Von Koenigswalds pada tahun 1936-1941 di desa Sangiran Kabupaten Sragen, Jawa Tengah dekat lembah Bengawan Solo. 

Meganthropus berasal dari kata Mega = besar dan anthropus = manusia, jadi manusia besar atau raksasa. Diperkirakan manusia purba jenis ini mempunyai bentuk tubuh yang besar, oleh karena itu dinamakan Meganthropus Paleo Javanicus atau Manusia Besar dari Jawa. Fosil yang ditemukan Koenigswalds berupa tulang rahang bawah dengan ukuran yang besar dan jenis tulang rahang ini masuk dalam jenis kera.

gambar pithecanthropus mojokertensis

b. Pithecanthropus

Pithecanthropus berasal dari kata phithekos artinya kera, dan anthropus artinya manusia. Jenis pithecanthropus banyak ditemukan di Indonesia, diantaranya: 

  • Pithecanthropus Erectus (manusia kera yang berjalan tegak). Pada tahun 1891 Dr. Eugene Dubois menemukan tengkorak dan sebuah tulang paha kiri serta tiga buah gigi yang sudah menjadi fosil. Fosil ini ditemukan di desa Trinil dekat kota Ngawi dan sekaligus sebagai penemuan fosil pertama di Indonesia sehingga menjadi pangkal penemuan fosil-fosil berikutnya. 
  • Pithecanthropus Mojokertensis, Dinamakan Pithecanthropus Mojokertensis karena ditemukan di daerah Mojokerto, Jawa Timur oleh Von Koenigswalds tahun 1936. Fosil ini berupa tulang tengkorak anak-anak.
  • Pithecanthropus Robustus, Pithecanthropus Robustus lebih kuat dan besar bila dibandingkan dengan Pithecanthropus lainnya. Daerah penemuan fosil hampir sama dengan penemuan Pithecanthropus Mojokertensis. Dinamakan Pithecanthropus Robustus oleh Weirdenrich karena mempunyai tubuh yang besar dan kuat. 

Manusia purba jenis Pithecanthropus hidup di daerah padang rumput, berkelompok dalam jumlah dibawah sepuluh orang. Pithecanthropus mendapatkan makanan dengan berburu dan menangkap ikan. Jenis manusia purba ini sudah mampu membuat alat-alat perlengkapan hidup dari tulang, tanduk, dan batu.

c. Jenis Homo Soloensis dan Homo Wajakensis

Pada tahun 1931 Oppenoorth dan Tear Hear, ahli geologi Jerman menemukan fosil manusia purba di desa Ngandong Jawa Tengah di lembah Bengawan Solo. Dalam masa lima tahun penggalian fosil di desa Ngandong ditemukan 11 tengkorak kepala, gigi atas, dan tulang rahang yang sudah menjadi fosil. Karena fosil ini ditemukan di dekat Ngawi, di sekitar lembah Bengawan Solo, maka fosil ini dinamakan Homo Soloensis. 

Eugene Dubois menemukan fosil di daerah Wajak, Tulungagung, Jawa Timur pada tahun 1889-1890, berupa dua buah tengkorak. Jenis fosil ini hampir sama dengan penduduk asli Australia. Oleh Dubois dinarnakan Homo Wajakensis dan digolongkan ke dalam kelompok bangsa Austroloid yang hidup 300.000 tahun yang lalu. Dalam kehidupan dan kebudayaannya jenis manusia Homo lebih maju dari jenis Pithecanthropus.

gambar manusia purba homo wajakensis

d. Jenis Homo Sapien

Kata Homo Sapien berarti manusia cerdas/seperti layaknya manusia sekarang. Homo Sapien termasuk jenis manusia masa kini. Sebagai contoh jenis Homo Sapien purba adalah manusia lembah Neanderthal di Jerman yang mempunyai ruang otak seperti manusia. Jenis Homo sapien sudah mampu membuat alat-alat yang lebih maju daripada Pithecanthropus. 

Jenis-Jenis Manusia Purba Di Luar Indonesia

Jenis-jenis fosil manusia purba yang ditemukan di luar Indonesia adalah: 

1. Sinanthropus Pekinensis (Manusia Kera dari Peking)

Pada tahun 1927 ditemukan sebuah gigi di gua Choukoutin, 65 km dari Peking (Cina) oleh David Black, seorang ahli anatomi. Setahun kemudian ditemukan dua tulang geraham dan kepingan tengkorak kepala orang. Fosil tersebut oleh Black diberi nama Sinanthropus Pekinensis. 

Setelah David Black, Weidenrich bersama sarjana Cina menemukan 14 tengkorak dan 147 gigi Sinanthropus Pekinensis. Sinanthropus tidak banyak berbeda dengan Pithecanthropus Erectus, hanya tulang dahi Sinanthropus lebih tinggi dan besar dan isi otaknya 850-1300 cc. Weidenrich dan Koenigswalds berpendapat bahwa perbedaan Sinanthropus dengan Pithecanthropus seperti perbedaan rasial saja (warna kulit, rambut, dan ciri-ciri fisik lainnya). 

2. Homo Neanderthalensis (Manusia lembah Neander) 

Fosil jenis ini pertama ditemukan tahun 1848 di Giblartar berupa sebuah tengkorak. Pada tahun 1856 di gua dekat Dusseldorf, Jerman dekat lembah Neanderthal ditemukan tengkorak atas, beberapa tulang lengan, dan tulang kaki. Oleh Dr. William King dinamakan Homo Neanderthal. Setelah itu fosil jenis manusia purba ini ditemukan di Prancis, Belgia, Cekoslowakia, Yugoslavia, Spanyol, dan Rumania. Menurut Weidenreich, manusia Neanderthal merupakan nenek moyang langsung Homo Sapien.

3. Homo Cromagnon (Manusia Cromagnon) 

Manusia Cromagnon termasuk jenis Homo Sapien, yaitu berjalan tegak, otak lebih besar, dan mempunyai dagu. Manusia Cromagnon mempunyai daya seni dan senang pada keindahan. Dinamakan Homo Cromagnon karena fosilnya pertama kali ditemukan di desa Cromagnon daerah Dordoyne (Perancis Selatan) pada tahun 1868. Setelah itu, fosil Cromagnon ditemukan hampir di seluruh daratan Perancis.

jenis-manusia-purba-di-luar-indonesia

4. Homo Pilt Down (Manusia Pilt Down) 

Jenis manusia Pilt Down yang ditemukan oleh Charles Dawson berupa tengkorak pada tahun 1912. Dinamakan Homo Pilt Down karena fosilnya ditemukan di desa Pilt Down, Inggris. Jenis ini disebut juga Eunanthropus Dawsonensis atau ”manusia fajar” dawson. 

J. S Wener dan Le gros Klark memeriksa ulang tengkorak manusia Pilt Down pada tahun 1953, dan menyimpulkan bahwa tengkorak yang ditemukan Dawson adalah tengkorak manusia biasa dan rahang bawahnya adalah rahang jenis kera, jadi terpisah. 

5. Homo Africanus (Manusia dari Afrika) 

Fosil manusia purba dari Afrika ini ditemukan di daerah Aljazair, Kenya, Tanzania, dan Afrika Selatan. Karena berasal dari Afrika maka disebut Homo Africanus. Fosil Homo Africanus ditemukan di dekat daerah pinggir sungai Turkara, Kenya oleh Richard Lenkey. Di samping itu, di Broken Hill Rhodesia Utara ditemukan jenis Homo Rhodenensis tahun 1921 yang digolongkan sama dengan Homo Soloensis.