Pengalihan Kekuasaan VOC pada Kerajaan Belanda

Sejarah70 Dilihat

Pengambilalihan kekuasaan VOC oleh pemerintah kolonial Belanda disebabkan kebangkrutan yang dialami VOC. Selain itu, negeri Belanda sering terjadi perubahan politik. Hal ini secara tidak langsung mempengaruhi koloni Belanda di Indonesia. Perubahan politik yang terjadi di Belanda merupakan pengaruh revolusi yang dikendalikan oleh Perancis. Dalam revolusi tersebut kekuasaan Raja Willem V runtuh. Selanjutnya, berdirilah Republik Bataaf dibawah kendali Perancis. Republik Bataaf inilah yang berperan membubarkan VOC. Semua tanggungjawab VOC diambil alih oleh Republik Bataaf. Sementara Republik Bataaf belum berkuasa di Indonesia terjadi lagi perubahan pemerintahan yaitu Republik Bataaf dibubarkan dan Belanda dijadikan kerajaan dibawah pengaruh Perancis (1806). Demi kepentingan pemerintahan di negeri Belanda, diangkatlah Louis Napoleon, adik Kaisar Napoleon sebagai raja.

Peta Jalan Raya Anyer- Panarukan
Peta Jalan Raya Anyer- Panarukan

Louis Napoleon kemudian mengirimkan Herman Willem Daendels sebagai gubernur jenderal dengan tugas utama mempertahankan pulau Jawa dari ancaman Inggris. Selain itu, ia juga diberi tugas mengatur pemerintahan di Indonesia. Untuk melaksanakan tugasnya tersebut, Daendels mengambil beberapa langkah, antara lain:

  1. Menarik orang-orang Indonesia untuk dijadikan tentara,
  2. Membangun pabrik senjata di Semarang dan Surabaya,
  3. Membangun pangkalan armada di Anyer dan Ujungkulon,
  4. Membangun benteng-benteng, dan
  5. Membangun jalan raya dari Anyer sampai Panarukan (1.000 KM).

Untuk mewujudkan langkah tersebut, Daendels menerapkan sistem kerja paksa (kerja rodi). Disamping itu, untuk memperoleh dana guna menghadapi Inggris, Daendels melakukan beberapa cara, antara lain:

  1. Melaksanakan Contingenten yaitu pajak yang harus dibayarkan oleh rakyat dengan menyerahkan hasil bumi,
  2. Menetapkan verplichte leverentie yaitu kewajiban menjual hasil bumi hanya kepada pemerintah Belanda dengan harga yang telah ditetapkan,
  3. Melaksanakan Preanger Stelsel yaitu kewajiban yang dibebankan kepada rakyat Priangan untuk menanam kopi, dan
  4. Menjual tanah-tanah negara kepada pihak swasta asing seperti kepada Han Ti Ko seorang pengusaha Cina.

Daendels dikenal sebagai penguasa pemerintahan yang sangat disiplin, keras, dan kejam. Oleh karena itu, ia disebut sebagai gubernur jenderal bertangan besi. Akibat tindakannya menjual tanah milik negara kepada pengusaha swasta asing, berarti ia telah melanggar undang-undang negara. Oleh karena itu, pemerintah Belanda memanggil kembali Daendels ke negeri Belanda. Daedels berkuasa di Indonesia pada tahun 1808-1811. Sebagai gantinya pemerintah Belanda mengirim Janssens sebagai gubernur jenderal. Janssens ternyata sangat berbeda dengan Daendels. Janssens lemah dan kurang cakap dalam melaksanakan tugasnya. Oleh karena itu, ketika Inggris menyerang, ia terpaksa menyerah dan harus menandatangani perjanjian di Tuntang yang terkenal dengan sebutan Kapitulasi Tuntang 1811. Sejak saat itu, Indonesia jatuh ke tangan Inggris.