Nama-nama kitab Allah dan Rasul yang menerima

Nama-nama kitab Allah dan Rasul yang menerima
Nama-nama kitab Allah dan Rasul yang menerima

Kitab suci yang diturunkan Allah kepada rasul jumlahnya sangat banyak, namun yang wajib kita ketahui dan kita imani hanya ada empat, yaitu:

1. Kitab Taurat

Kitab suci berbahasa ibrani yang diwahyukan Allah SWT, kepada Nabi Musa AS di bukit tursina, daerah Mesir pada sekitar abad 12 sebelum masehi. Kitab ini adalah kitab tertua dibandingkan kitab-kitab lainnya. Pokok ajarannya adalah berisi akidah(tauhid) dan hukum-hukum syariat. Allah berfirman:

(QS.Al-Isra' :2)
(QS.Al-Isra' :2)

2. Kitab Zabur

Kitab suci berbahasa Suryani yang diwahyukan Allah SWT. kepada Nabi Daud AS di daerah yerusalem (Palestina) pada sekitar abad 10 sebelum masehi. Pokok ajaran Kitab Zabur berisi tentang zikir, nasehat dan hikmah tidak berisi hukum-hukum syariat. Kitab ini merupakan petunjuk bagi umat Nabi Daud AS agar beriman dan meng’esakan Allah SWT.

(QS Al-Isra: 55)
(QS Al-Isra: 55)

3. Kitab Injil Kitab suci berbahasa Qibti yang diwahyukan Allah SWT. Kepada nabi Isa AS di daerah Yerusalem (Palestina) sekitar abad pertama masehi. Kitab ini berisi tentang masalah aqidah dan syariah. Firman Allah SWT:

(QS Al-Maidah:46)
(QS Al-Maidah:46)

4. Kitab Al-Qur’an

Kitab suci berbahasa Arab yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW. pada abad ke-6 masehi di sekitar Mekah dan madinah untuk diajarkan kepada seluruh umat manusia. Kitab ini berisi tentang akidah, syariat, muamalah, kisah/sejarah orang-orang yang terdahulu. Sebagai kitab suci terakhir dan diturunkan kepada nabi terakhir maka kitab suci Al-Qur’an ini telah mencakup ajaran seluruh kitab-kitab sebelumnya. Bagi orang islam tidak wajib lagi untuk mengikuti ajaran dari kitab sebelumnya, karena ajarannya telah disempurnakan dalam kitab suci Al-Qur’an. Firan Allah SWT:

(QS.Ali-Imran:3)
(QS.Ali-Imran:3)

Fungsi Beriman kepada Kitab-kitab Allah

Allah sangat menyayangi umat manusia. Dia tidak menginginkan umat manusia hidup dalam kegelapan, tanpa petunjuk yang benar. Petunjuk Allah itu adalah wahyu yang diturunkan kepada para rasul, yang kemudian dikumpulkan menjadi kitab. Dengan demikian beriman kepada kitab-kitab Allah itu mepunyai fungsi sebagai berikut:

  1. Sebagai petunjuk dan pedoman hidup bagi manusia yang beriman agar dapat mencapai keselamatan hidup dunia dan akhirat
  2. Petunjuk bagi setiap manusia di bidang aqidah, ibadah, akhlak, muamalah, ekonomi,sosial dan budaya
  3. Sebagai mukjizat para nabi dan rasul, sehingga menguatkan risalah mereka
  4. Sebagai sumber informasi tentang dunia metafisik yang tidak terjangkau oleh akal manusia.
  5. Petunjuk bagi setiap manusia tentang ang haq dan yang batil.

Al-Qur’an sebagai Kitab Suci Umat Islam

Al-Qur’an diturunkan Allah SWT. kepada nabi Muhammad SAW, melalui malaikat Jibril secara berangsur-angsur dalam waktu 22 tahun, 2 bulan dan 22 hari. Kitab suci ini tediri dari 33 juz, 114 surat, 6.666 ayat, 74.437 kalimat dan 325.245 huruf. Peristiwa turunnya wahyu Al-Qur’an yang pertama biasanya disebut Nuzulul Qur’an pada tanggal 17 ramadhan 610 M di gua hira. Sedangkan ayat terakhir adalah QS.Al-Maidah,ayat 3, pada saat Rasulullah menjalankan Haji Wada'(haji perpisahan) pada tanggal 9 dzulhijah tahun 10 H.

Kitab suci Al-Quran inilah yang merupakan kitab suci terakhir yang telah sempurna dan mencakup materi kitab-kitab sebelumnya, sehingga kita umat islam wajib mengimani dan mengamalkannya. Allah SWT, telah menjamin kemurnian dan kelestarian Al-Qur’an ini sebagaimana dalam QS. Al Hijr ayat 9:

QS. Al Hijr ayat 9
(QS. Al Hijr ayat 9)

Nama-nama lain Al Qur’an:

  1. Al-Kitab    = kumpulan wahyu yang telah dibukukan sebagai pedoman hidup umat manusia.
  2. Al-Furqan    = pembeda antara yang haq (benar) dengan yang bathil.
  3. Al-Huda     = pemberi peringatan bagi umat manusia agar senantiasa beriman kepada Allah.
  4. Al-Bayan    = pemberi keterangan kepada manusia tentang hal-hal yang tidak diketahuinya.
  5. An-Nur    = pemberi cahaya/penerang bagi kegelapan dan kebodohan manusia.
  6. Asy-Syifa    = obat atau penyembuh bagi jiwa yang sakit.
  7. Az-Zikru     = peringatan bagi orang yang lupa atau lalai.
  8. Al-Karim    = bacaan yang mulia.

Baca juga : “Sejarah Nabi Mauhammad Saw

Menampilkan Sikap Mencintai Al-Qur’an sebagai Kitab Allah

Kita harus beriman kepada semua kitab yang diturunkan Allah SWT. Meskipun demikian, cara kita mengimani kitab-kitab itu berbeda. Terhadap kitab Taurat, Zabur, dan Injil kita wajib mengimani dalam hati bahwa kitab-kitab itu adalah benar adanya yang datang dari Allah SWT. Namun kita tidak perlu mempelajarinya karena kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al-Qur’an berlaku hanya untuk bangsa atau umat tertentu dan masa tertentu pula. Semua kitab Allah SWT yang terdahulu telah disempurnakan Al-Qur’an yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW. Sedangkan cara kita mengimani Al-Qur’an ada berbagai cara, antara lain sebagai berikut:

1. Meyakini bahwa Al-Qur’an itu benar-benar wahyu Allah bukan karangan Nabi Muhammad SAW, dan tidak meragukannya sedikitpun;

(QS. Al-Baqarah:2)
(QS. Al-Baqarah:2)

2. Belajar Al-Qur’an dan Mengajarkannya

Sebagai orang beriman, kita harus mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya kepada orang lain. Rasulullah SAW bersabda:

(HR. Al Bukhari : 5027)
(HR. Al Bukhari : 5027)

3. Rajin Membaca Kitab Al-Quran

Dengan rajin membaca Al-Qur’an, kita akan lebih lancar dan fasih dalam membacanya. Orang yang lancar membaca Al-Qur’an, kelak akan dapat berdampingan dengan para malaikat di surga. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW. berikut ini yang artinya :

(HR. Al-Bukhari 4937, Muslim 244)
(HR. Al-Bukhari 4937, Muslim 244)


4. Memahami Ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya

Sebagai orang yang beriman, kita tidak hanya cukup rajin membaca dan mengajarkan Al-Qur’an kepada orang lain. Akan tetapi, kita harus rajin memahami ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya, insya Allah kita tidak akan tersesat. Kita akan memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Rasulullah SAW pernah bersabda sebagai berikut yang artinya: “Aku tinggalkan dua perkara untukmu, kamu tidak akan tersesat selama berpegang kepada keduanya, yaitu kitab Allah (Al-Qur’an) dan sunah Nabi-Nya (Hadist)”.(HR.Malik dari Malik nomor 1395)

Sabda Rasulullah tersebut memberikan pengertian bahwa selama masih berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan hadist, kita tidak akan tersesat selama-lamanya.

Keutamaan Al-Qur’an dibanding kitab-kitab sebelumnya

Sebagai kitab Suci Umat Islam, Al-Qur’an memiliki beberapa keutamaan dan keistimewaan dibanding kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya. Keutamaan dan keistimewaan kitab suci Al-Qur’an tersebut antara lain:

  1. Tidak ada sesuatu makhluk apapun yang dapat menandingi kehebatan Al-Qur’an (QS.Al-Isra:88)
  2. Al-Qur’an membenarkan kitab-kitab sebelumnya, dan sebagai ukuran untuk menentukan benar tidaknya ayat-ayat pada kitab tersebut.(QS.Al-Maidah:48).
  3. Isi Al-Qur’an mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, mengandung semua ketetapan hukum yang selalu sesuai dengan perkembangan zaman dan berlaku sepanjang zaman, seperti akidah, fikih, akhlak, muamalah dan sejarah.
  4. Al-Qur’an terpelihara kemurniannya hingga akhir zaman, tidak pernah bisa dimasuki oleh ide-idemanusia yang ingin menyimpangkannya, tidak ada seorangpun yang bisa membuat semisal Al-Qur’an.(QS. Al-Hijr:9)
  5. Al-Qur’an sebagai obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman (QS. Al-Isra:82).

Baca juga : “Pengertian Zuhud” “Pengertian Namimah” “Pengertian Sujud Syukur